WONOSOBO – Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, meluncurkan nama baru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kalibeber, menjadi MAN 2 Wonosobo, Rabu (21/3). Peluncuran bulat dengan balon udara ke udara oleh Bupati bersama Kepala Dinas Wonosobo Muhamad Thobiq, Kepala MAN 2 Wonosobo Muslikh, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca) Mojotengah, para dewan guru, dan ribuan siswa sekolah lokal.

Kepala MAN 2 Wonosobo, Muslikh sebutannya, yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Pihaknya mengaku hal itu sebuah kehormatan, meluncurkan nama baru sekolah tersebut dilakukan Bupati Wonosobo, yang tidak lain merupakan alumni sekolah tersebut.

”Peluncuran nama baru MAN 2 Wonosobo dan dilemparkan dengan mengeluarkan logo baru yang menjadi identitas sekolah kami. Ini sengaja kami semarakkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-50 MAN 2 Wonosobo. Di dunia ini, kami berharap semakin berkembang, maju, dan mampu menjadi sekolah unggulan yang tidak hanya pendidikan umum, tapi agamanya pula, ”ungkapnya di selasela kegiatan.

Di Bawah Kemenag

Disebutkan, MAN 2 Wonosobo yang merupakan salah satu lembaga pendidikan tingkat SMA di bawah naungan Kementerian Agama, terus meneguhkan komitmennya menyelenggarakan pendidikan keagamaan yang unggul. Keberadaan MAN 2 Wonosobo di Jalan Dieng Km 05 Wonosobo, tepatnya di Desa Krasak, Kecamatan Mojotengah, sangat strategis, karena berada di tengah-tengah lingkungan pondok pesantren ternama di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Para peserta didik yang mengenyam pendidikan di MAN 2 Wonosobo juga menjadi santri di sejumlah pondok pesantren baik PPTQ Al-Asyariyah Kalibeber, Al-Mubarok Manggisan, Maad Manbaul Quran Bumen, Fathul Muin Bumen, dan Al-Falah Bumen.

”Respon para siswa di sekolah di MAN 2 Wonosobo juga sangat bagus. Dalam sekali pendaftaran siswa baru, ada sekitar 700 siswa, namun hanya sekitar 400 siswa yang diterima, ”terang dia. Pihaknya terus bertahan menyejajarkan prestasi baik akademik maupun nonakademik para siswanya, dengan sekolahsekolah unggulan lain di Wonosobo. MAN 2 Wonosobo menjadi madrasah pilihan yang sangat tepat dalam jawaban dan akhir zaman yang sarat akan menantang.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat penting, tetapi ilmu agama dan budi pekerti juga harus cukup dan menjadi pendamping dan penyeimbangnya,” tandas dia. Dalam kesempatan HUT Ke-50 MAN 2 Wonosobo, pihaknya sengaja mengemas dengan balon udara ke udara sebagai simbol harapan setinggi-tinggi, agar sekolah tersebut semakin maju dan berkembang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Muhamad Thobiq memaknai petunjuk HUT Ke-50 sebagai sarana untuk berdoa, melayani dan memajukan hari ke depan agar semakin lebih baik. Senada, Bupati Eko menyampaikan, sebagai alumni sekolah setempat, yang mengaku dirinya saat ini MAN 2 Wonosobo terus berkembang pesat. Berbagai prestasi juga telah ditorehkan. 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *