Dekatkan dengan Allah, Sambut HUT dengan Do’a Bersama dan Khotmil Qur’an

Wonosobo – Masih dalam rangkaian HUT ke-50 MAN 2 Wonosobo menyelenggarakan Do’a Bersama dan Khotmil Qur’an Jum’at (23/03/18). Bertempat di masjid Umar bin Khotob MAN 2 Wonosobo dan di kelas-kelas, acara berlengsung khidmat. Dimulai pukul 07.30 – 09.30 WIB acara tersebut diikuti 1400 peserta dari siwa, guru dan karyawan.

Acara dibagi dua tempat, di masjid Umar bin Khattab untuk kelas XII dan wali kelas dan ruang kelas untuk kelas X dan XI beserta wali kelas. Tersentral dengan masjid, acara dipimpin langsung oleh K. Rohim dari Munggang, Kalibeber. Diawali dengan siraman rohani, dilanjutkan dengan Do’a Bersama dan Khotmil Qur’an.

“Do’a bersama ini dengan konsep Khotmil Qur’an, setiap kelas minimal khatam sekali. Artinya setiap anak dan guru mendapat jatah baca sendiri. Ada yang 1 juz, 2 juz dan 3 juz sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ada 40 Khataman Qur’an dalam acara kemarin,” ungkap Fatah Yasin selaku koordinator acara.

Menurutnya Do’a Bersama dan Khotmil Qur’an ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah. Selain itu menurutnya acara ini sebagai refleksi atas usia MAN 2 Wonosobo sudah 50 tahun. Harapanya ke depan madrasah ini semakin baik, mampu mencetak generasi yang shalih dan shalihah, berguna bagi agama, bangsa dan negara.

Senada dengan Fatah, K. Rohim saat memberi siraman rohani juga menyampaikan pentingnya acara tersebut. Menurutnya dengan membaca al Qur’an mampu menenangkan dan mencerahkan hati. Selain itu, dengan do’a bersama akan lebih menambah kekhusyu’an. “Semoga di usia ke-50 MAN 2 Wonosobo semakin barokah, Amiin,” tutur Rohim mengahiri ceramahnya. (Tr)

Kankakemenag Wonosobo Ingatkan Peserta Didik Ketatnya Persaingan Era Globalisasi

Wonosobo – Era globalisasi membuka akses seluas-luasnya kepada manusia untuk mendaptkan informasi. Ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi, memudahkan kita dalam segala hal. Tanpa kita sadari, era ini ibarat pisau bermata dua. Satu sisi mampu memudahkan kita, tetapi satu sisi menjadi petaka bagi kita yang belum siap menerimanya.

Hal itu membawa dampak signifikan di segala sektor, termasuk pendidikan. Pasalnya, pendidikan adalah sektor yang didapuk mempersiapkan SDM supaya siap untuk bersaing. Karena ketatnya persaingan era globalisasi memungkinkan kita bersaing dengan orang di luar negeri.

Fenomena fersebut, tak heran banyak yang merasa resah. Keresahan yang sama juga di rasakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo. Dalam kesempatan saat menjadi pembina apel pembukaan HUT ke-50 MAN 2 Wonosobo, M. Thobiq mengajak keluarga besar MAN 2 Wonosobo bisa menyikapi keresahan tersebut. Tentu, dengan memanfaatkan kemajuan tegnologi informasi sebagai pengembangan diri, terutama bagi siswa-siswi MAN 2 yang notabennya termasuk Kids Jaman Now. (21/03/18)

“Di era ini globalisasi, pendidikan harus mampu mempersiapka generasi untuk masa yang akan datang. Karena persaingan di masa depan semakin ketat. Tanpa dibekali SDM yang mumpuni sulit untuk bersaing di era ini. Kompetitor kita tak melulu teman sebangsa kita, melainkan saudara kita di luar negeri. Kita dituntut berpengetahuan luas, kreatif dan inovatif,” tutur M. Thobiq.

Pihaknya juga menghimbau kepada keluarga besar MAN 2 Wonosobo untuk menjadi guru jaman now dan peserta didik jaman now. Menurutnya kita harus mampu berkolaborasi untuk menyiapkan generasi emas, yaitu generasi yang sadar dengan tegnologi, tetapi memiliki benteng moral yang kuat. “pendidikan adalah unending proses yang tak pernah selesai. Mari kita terus belajar dari masa lalu untuk menyongsong masa depan yang cerah,” tambahnya.

Di akhir sambutanya, beliau memekikan yel-yel menteri agama. Mengakhiri sambutannya, beliau menutup dengan yel-yel lebih baik Madrasah, Madrasah lebih baik, bersama seluruh peserta Apel dengan penuh semangat. (Tr)