MAN 2 Wonosobo Gelar Wisuda ke-50

Wonosobo – MAN 2 Wonosobo melangsungkan wisuda ke-50 tahun pelajaran 2017/2018 di Sasana Adipura Kencana Wonosobo pada Selasa (15/5/2018). Selain siswa, juga dihadiri oleh tamu undangan. Seperti Wakil Bupati Wonosobo, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Wonosobo, Komite, wali murid, Kades desa Krasak dan lainya.

Wisuda kali ini diikuti oleh 372 siswa dengan rincian Program Matematika dan Ilmu Alam (MIA) 198 siswa, Ilmu-ilmu Sosial (IIS) 111 siswa dan Program Ilmu Keagamaan (IKA) 63 siswa. Mereka sudah dinyatakan lulus berdasarkan beberapa kriteria, bahkan ada beberapa yang sudah dinyatakan diterima diperguruan tinggi.

“Berdasarkan hasil rapat dewan guru dan berdasarkan kriteria kelulusan maka kami sampaikan hasil kelulusan untuk tahun pelajaran 2017/2018 presentase 100%. Alhamdulillah tidak ada satu pun yang tertinggal. Bahkan tahun ini jumlah tahun ini yang diterima di PTN dan PTAIN meningkat pesat,” papar Muslikh kepala MAN 2 Wonosobo.

Sebanyak 68 siswa diterima di PTN dan PTAIN melalui jalur tanpa tes, yakni SNMPTN, SPAN PTKIN dan jalur undangan. Menurutnya jumlah itu meningkat 100% lebih, karena untuk tahun pelajaran 2016/2017 hanya 26 saja yang diterima melalui jalur yang sama. “Semoga ke depan semakin meningkat,” harapanya.

Muslikh juga tidak lupa mengucapkan selamat mendoakan kepada wisudawan dan wisuda MAN 2 Wonosobo supaya nanti ilmunya bermanfaat dan barokah. Selain itu juga berpesan supaya di manapun alumni MAN 2 Wonosobo harus mampu menjaga almamater. Tak lupa pula kepala madrasah asal Purbalingga tersebut  juga mendoakan agar kelak menjadi anak yang sholih dan sholihah.

Selain Muslikh, Kakan Kemenag Kabupaten Wonosobo M.Thobiq juga mengucakpan selamat kepada wisudawan dan wisudawati. “Alhamdulillah dan selamat untuk kalian, apa yang sudah didapat semoga bisa disemai di masyarakat sehingga kalian menjadi anak yang shalih dan shalihah,” membuka pidatonya dalam acara tersebut.

Thobiq juga mengapresiasi pencapaian MAN 2 Wonosobo yang mampu mencatatkan prestasi dengan diterimanya 68 siswa di PTN dan PTAIN. “Alhamdulillah dapat aplous juga dari kakanwil,” ujarnya. Diharapkan bagi yang lain juga bisa melanjutkan seperti yang diikhtiarkan.”Yang lanjut kuliah semoga lancar dan yang nyantri juga semoga lancar, berkah, manfaat ilmunya dan menjadi khafidz dan khafidzoh,” doanya sontak diamini oleh 850 hadirin gedung Adipura.

Tak lupa Thobiq juga berharap supaya alumni MAN 2 Wonosobo menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, agama dan negara. Karena menurutnya siswa madrasah sudah dibekali tiga kelebihan, yaitu sains, pendidikan vokasional dan ilmu agama. Hal itu mampu menjadi modal untuk bermasyarakat dan ke depan menyongsong generasi Indonesi emas tahun 2045.

Di akhir sambutanya Kakan Kemenag asal Demak tersebut juga berdoa semoga lomba hasil visitasi lomba perpustakaan tingkat provinsi Jawa Tengah yang sedang menunggu pengumuman, MAN 2 Wonosobo juara 1. Akan menjadi sejarah madrasah bisa mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional menyisihkan SMA dan SMK. Ini akan menjadi fenomena yang luar biasa dan akan menjadi madrasah rujukan. “Insya Allah,” Thobiq menutup doanya.

Tak ketinggalan juga Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagyo memberi apresiasinya. Menurutnya MAN 2 Wonosobo luar biasa dan banyak alumninya yang mewarnai khususnya di kabupaten Wonosobo. “Selamat untuk kalian semua, kalian harus bersyukur menjadi siswa MAN 2 Wonosobo. Sekarang saja bupatinya alumni MAN 2, semoga kalian juga ada yang jadi presiden, gubernur, bupati, wakil bupati, dokter, dosen dan orang hebat lainya Amin,” ujarnya pada kesempatan pidatonya.

Pada acara wisuda kali ini ada pemberian penghargaan kepada 2 siswi hafidzoh 30 juz atas nama Dini Khairunnisa (MIA) dan Santi Suberkah (IKA). Selain itu juga pemberian penghargaan untuk siswa yang memperoleh nilai UN tertinggi di masing-masing jurusan. Mereka adalah Nurul Hidayah jjurusan MIA, Aif Munafiroh jurusan IIS dan Jami’atun jurusan IKA. Tak ketinggalan pemberian penghargaan untuk beberapa siswa yang berprestasi, yaitu siswa yang tak pernah absen selama tiga tahun menjadi siswa MAN 2 Wonosobo.

Wisuda kali ini berakhir pukul 12.00 WIB yang ditandai dengan pembacaan do’a oleh KH. Zaenal Arif. Namun selepas acara tersebut masih ada pentas seni dari siswa yang cukup meriah hingga pukul 14.00 WIB. Ada beberapa pementasan yang dilakukan, seperti tari, silat, musik bambu, band, karawitan dan lainya. tr

68 Siswa diterima di PTN dan PTAIN

Wonosobo – Hasil seleksi naional masuk perguruan tinggi telah diumumkan. Sebanyak 68 siswa MAN 2 Wonosobo dinyatakan diterima di berbagai PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri) di Indonesia. PTN dan PTAIN tersebut antara lain IPB Bogor, Unsoed Purwokerto, Unnes Semarang, Untid Magelang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, IAIN Salatiga, IAIN Purwokerto dan IAIN Surakarta.

Mereka masuk ke PTN dan PTN terseubut melalui tiga jalur, yaitu SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SPAN PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) dan Jalur Undangan Khusus (IPB Bogor dan IAIN Salatiga). Ketiga jalur tersebut adalah seleksi masuk tanpa tes yang hanya menggunakan pemberkasan dari prestasi peserta didik selama semester 1-5. Dari ketiga jalur tersebut SNMPTN (11 siswa), SPAN PTKIN (31 siswa) dan Jalur Undangan Khusus (26 siswa).

Secara keseluruhan jumlah siswa diterima di PTN maupun PTAIN untuk tahun ini meningkat secara signifikan. Untuk tahun lalu saja (2016/2017) dari jalur SNMPTN hanya (3 siswa), SPAN PTKIN (9 siswa) dan Jalur Undangan Khusus (14 siswa). Kenaikan tersebut disebabkan karena bererapa hal, seperti akreditasi madrasah yg tahun ini “A”, adanya jalur beasiswa prestasi akademik yang tahun ini meluluskan untuk yang pertama kalinya dan tentu minat siswa yang semakin meningngkat untuk melanjutkan ke PTN maupun PTAIN.

Yun’am Arif, wakil kepala bidang kesiswaan mengucapkan rasa syukur dan bangganya. “Alhamdulillah untuk tahun ini meningkat, hal ini tak lepas dari akreditasi madrasah yang sekarang sudah “A”, semoga ke depan lebih baik lagi,” ungkapnya. Selain itu Yun’am mengungkapkan bahwa dari 68 siswa ada 2 yang mendapat beasiswa bidik misi (Beasiswa 8 semester dari Kemeristek Dikti) atas nama Nur Faizi Teknologi Produksi Ternak IPB dan Zakia Asna Pendidikan Biologi Unnes. “Semoga semua diambil,” harap Yun’am.

Senada, Suprahmiyati Guru Bimbingan Konseling (BK) MAN 2 Wonosobo juga mengemukakan harapanya supaya yang sudah diterima dari jalur SNMPTN, SPAN PTKIN dan jalur khusus semuanya diambil. Karena menurutnya kalau tidak diambil akan berdampak pada adik kelasnya. “Nanti bisa diblacklist dari PTN atau PTAIN yang bersangkutan, kasian adik kelasnya karena kuota dikurangi atau dimoratorium sementara waktu, karena pengalaman beberapa tahun lalu ada,” ujarnya.

Suprahmiyati juga menambahkan bahwa jumlah 68 siswa masih akan bertambah. Mengingat ke depan masih ada SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTAIN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Agama Islam) dan Jalur Mandiri. Selain itu untuk siswa yang masuk PTS (Perguruan Tinggi Swasta) juga biasanya banyak, terlebih ada beberapa kerjasama dengan PTS. “Ke depan pasti masih bisa bertambah, khususnya di PTS kita juga ada kerjasama, seperti dengan UNSIQ, UTY, UAD dan lainya” pungkasnya. Tr

MAN 2 Wonosobo Gelar Seleksi Beasiswa Akademik Berbasis CBT

Tes Akademik

Wonosobo – MAN 2 Wonosobo melaksanakan ujian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi akademik tadi pagi (30/4/18). Sebanyak 201 peserta didik SMP/MTs yang telah mendaftar mulai 1 Februari sampai 28 April (secara online) berkompetisi memperebutkan 30 kuota yang tersedia untuk tahun pelajaran 2018/2019. Dilaksanakan sebanyak dua sesi dengan masing-masing sesi diikuti sebanyak 100 peserta didik yang terbagi dalam 3 ruang.

Mereka datang tidak hanya dari SMP/MTs sekitar  Wonosobo saja, tetapi beberapa kabupaten/kota lain seperti, Banjarnegara, Temanggung, Purworejo, Tegal, Pekalongan dan beberapa daerah lainya. Hal ini menandakan respon yang semakin positif terhadap program beasiswa prestasi akademik MAN 2 Wonosobo yang sudah dilaksanakan empat tahun terakhir.

Ujian yang dilaksanakan sudah berbasis CBT (Computer Based Test) layaknya UNBK. Peserta ujian mengerjakan 100 soal yang berbentuk pilihan ganda. 100 soal tersebut dengan rincian soal matematika, IPA, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan agama yang masing-masing  berjumlah 20%. Yang lebih menarik lagi program CBT tersebut disusun secara mandiri oleh tim MAN 2 Wonosobo.

“Alhamdulillah sudah memakai CBT karya madrasah, dan di Wonosobo termasuk yang pertama,” ungkap Yun’am Arif ketua PPDP MAN 2 Wonosobo. Menurutnya dengan menggunakan CBT akan lebih memudahkan dalam pengoreksian dan meminimalisir soal eror atau kebocoran soal. Berbeda dengan ujian yang berbasis kertas yang kurang efisien dan rentan kecurangan.

Yun’am juga menyampaikan untuk jalur prestasi akademik tahun ini syaratnya lebih ketat. Tahun lalu syarat pendaftarnya peserta didik SMP/MTs yang pernah mendapat peringkat kelas 1-10 dengan dibuktikan raport dan surat keterangan, tetapi untuk tahun ini hanya peringkat 1-10 paralel atau 1-10 tryout (simulasi UNBK). Selain itu dari aspek bobot soal juga lebih berbobot karena 10% pada soal matematika dan bahasa Inggris adalah soal SMA berbentuk analisis.

“Semakin ketatnya syarat harapanya supaya semakin bagus input yang didapat oleh madrasah,” ujarnya. Yun’am juga menyampaikan dengan semakin ketatnya syarat tersebut tidak mengurangi minat peserta untuk mendaftar. Ternyata untuk tahun ini 201 pendaftar yang ikut ujian, sedangkan tahun lalu 197. “Ini jelas meningkat secara kuantitas dan kualitas,” tambahnya.

Mendapat beasiswa selama 3 tahun

Yun’am yang juga menjabat wakil kepala bidang kesiswaan ini juga menjelaskan bahwa 30 peserta dididik terbaik yang lolos akan mendapat beasiswa selama 3 tahun, sedangkan sisanya akan mendapatkan potongan biaya seragam. 30 peserta didik yang lolos akan mendapat fasilitas bebas Sumbangan Oprasional Sekolah (SOP), Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), 4 stel seragam dan iuran TKM dan Aksioma. Walaupun begitu beasiswa tersebut akan terus dievaluasi setiap akhir tahun pelajaran berdasarkan perjanjian yang telah disepakati antara madrasah dan peserta didik.

Senada, Rofingul Khusnu Karim wakil kepala bidang akademik juga menyampaikan akan ada evaluasi setiap tahunya. Menurutnya memungkinkan ada yang terdegradasi dan promosi dari jalur prestasi akademik ke reguler atau sebaliknya. “Nanti akan terus kami evaluasi setiap tahunya supaya akan termotivasi untuk terus belajar dan berkompetisi,” ujarnya. Tr

Kakankemenag Tinjau UNBK Hari Pertama

Wonosobo – Hari pertama pelaksanaan Ujian Akhir Nasional Berbasis Komputer (UNBK) MAN 2 Wonosobo mendapat kunjungan dari Kakankemenag M. Thobiq (9/4/18). Bersama rombongan dari Kemenag Wonosobo, Thobiq tiba di madrasah pukul 10.00 WIB dan disambut oleh kepala madrasah Muslikh, wakil kepala bidang akademik Rofingul Khusnu Karim, wakil kepala bidang kesiswaan Yun’am Arif dan beberapa panitia UNBK madrasah setempat.

Dalam kunjunganya Thobiq ingin memastikan proses pelaksanaan UNBK di MAN 2 Wonosobo berjalan lancar. Dia sendiri memantau langsung jalanya UNBK sesi 2 mapel Bahasa Indonesia dari luar ruangan, dikarenakan aturan tidak diperbolehkan ada dalam ruangan kecuali peserta ujian, pengawas, proktor dan teknisi. Selain itu Thobiq juga menyempatkan diri berbincang kepada kepala madrasah dan beberapa panitia UNBK MAN 2 Wonosobo.

Pada kunjunganya dia berharap UNBK di MAN 2 Wonosobo berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal. Harapanya dari total 372 peserta UNBK MAN 2 Wonosobo semua bisa lulus dengan nilai yang baik. “Alhamdulillah berjalan lancar, semoga 3 hari berikutnya berjalan lancar dan seluruh peserta UNBK MAN 2 Wonosobo bisa lulus, amin,”tutur Thobiq.

Ia juga berpesan supaya seluruh peserta dapat mengerjakan ujianya dengan jujur. Siswa madrasah harus memiliki akhlak yang baik. Selain itu juga berpesan kepada peserta UNBK untuk tidak lupa berdoa sebelum mengerjakan UNBK. “Saya pesen supaya anak-anak 15 menit sebelum masuk ruangan ujian untuk membaca al-Qur’an,”pesanya kepada panitia UNBK MAN 2 Wonosobo. Tr