Tes Akademik

Wonosobo – MAN 2 Wonosobo melaksanakan ujian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi akademik tadi pagi (30/4/18). Sebanyak 201 peserta didik SMP/MTs yang telah mendaftar mulai 1 Februari sampai 28 April (secara online) berkompetisi memperebutkan 30 kuota yang tersedia untuk tahun pelajaran 2018/2019. Dilaksanakan sebanyak dua sesi dengan masing-masing sesi diikuti sebanyak 100 peserta didik yang terbagi dalam 3 ruang.

Mereka datang tidak hanya dari SMP/MTs sekitar  Wonosobo saja, tetapi beberapa kabupaten/kota lain seperti, Banjarnegara, Temanggung, Purworejo, Tegal, Pekalongan dan beberapa daerah lainya. Hal ini menandakan respon yang semakin positif terhadap program beasiswa prestasi akademik MAN 2 Wonosobo yang sudah dilaksanakan empat tahun terakhir.

Ujian yang dilaksanakan sudah berbasis CBT (Computer Based Test) layaknya UNBK. Peserta ujian mengerjakan 100 soal yang berbentuk pilihan ganda. 100 soal tersebut dengan rincian soal matematika, IPA, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan agama yang masing-masing  berjumlah 20%. Yang lebih menarik lagi program CBT tersebut disusun secara mandiri oleh tim MAN 2 Wonosobo.

“Alhamdulillah sudah memakai CBT karya madrasah, dan di Wonosobo termasuk yang pertama,” ungkap Yun’am Arif ketua PPDP MAN 2 Wonosobo. Menurutnya dengan menggunakan CBT akan lebih memudahkan dalam pengoreksian dan meminimalisir soal eror atau kebocoran soal. Berbeda dengan ujian yang berbasis kertas yang kurang efisien dan rentan kecurangan.

Yun’am juga menyampaikan untuk jalur prestasi akademik tahun ini syaratnya lebih ketat. Tahun lalu syarat pendaftarnya peserta didik SMP/MTs yang pernah mendapat peringkat kelas 1-10 dengan dibuktikan raport dan surat keterangan, tetapi untuk tahun ini hanya peringkat 1-10 paralel atau 1-10 tryout (simulasi UNBK). Selain itu dari aspek bobot soal juga lebih berbobot karena 10% pada soal matematika dan bahasa Inggris adalah soal SMA berbentuk analisis.

“Semakin ketatnya syarat harapanya supaya semakin bagus input yang didapat oleh madrasah,” ujarnya. Yun’am juga menyampaikan dengan semakin ketatnya syarat tersebut tidak mengurangi minat peserta untuk mendaftar. Ternyata untuk tahun ini 201 pendaftar yang ikut ujian, sedangkan tahun lalu 197. “Ini jelas meningkat secara kuantitas dan kualitas,” tambahnya.

Mendapat beasiswa selama 3 tahun

Yun’am yang juga menjabat wakil kepala bidang kesiswaan ini juga menjelaskan bahwa 30 peserta dididik terbaik yang lolos akan mendapat beasiswa selama 3 tahun, sedangkan sisanya akan mendapatkan potongan biaya seragam. 30 peserta didik yang lolos akan mendapat fasilitas bebas Sumbangan Oprasional Sekolah (SOP), Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), 4 stel seragam dan iuran TKM dan Aksioma. Walaupun begitu beasiswa tersebut akan terus dievaluasi setiap akhir tahun pelajaran berdasarkan perjanjian yang telah disepakati antara madrasah dan peserta didik.

Senada, Rofingul Khusnu Karim wakil kepala bidang akademik juga menyampaikan akan ada evaluasi setiap tahunya. Menurutnya memungkinkan ada yang terdegradasi dan promosi dari jalur prestasi akademik ke reguler atau sebaliknya. “Nanti akan terus kami evaluasi setiap tahunya supaya akan termotivasi untuk terus belajar dan berkompetisi,” ujarnya. Tr

Facebook Comments
Kategori: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *