Melanjutkan Sanjay, Mahasin Terpilih sebagai Ketua MPK

MAN 2 Wonosobo – Ketua MPK periode 2017/2018 Sanjay Adina Dewantara telah mengakhiri masa jabatannya sebagai ketua MPK seusai pelaksanaan Mukilas pada Kamis (30/08). Telah terpilih juga, Mahasin Nazih Imdad sebagai ketua MPK yang baru untuk masa jabatan 2018/2019.
Majlis Permusyawarahan Kelas (MPK) masa jabatan 2017/2018 tutup tugas dengan selesainya pelaksanaan Musyawarah Perwakilan Kelas (Mukilas). Mukilas yang dilaksanakan di Masjid Umar bin Khattab MAN 2 Wonosobo penuh dengan antusias warga MAN.
Mukilas dilaksanakan sehari penuh dan dihadiri 153 peserta dari berbagai organisasi di lingkungan MAN 2 Wonosobo. Peserta Mukilas terdiri dari pengurus Harian MPK, OSIMADA, dan perwakilan tiap kelas. Perwakilan dari dari Dewan Ambalan, Patroli Keamanan Sekolah dan PMR juga turut hadir dalam acara tersebut. Didampingi waka kesiswaan dan pembina OSIMADA, mukilas berjalan lancar dan tertib sampai acara selesai.
Mukilas merupakan agenda pertanggung jawaban pengurus OSIS kepada siswa MAN 2 Wonosobo. Muslikh selaku kepala MAN 2 Wonosobo mengatakan, “Acara ini merupakan kegiatan yang sangat bagus, karena kegiatan ini merupakan ajang bagi siswa untuk berlatih bermusyawarah. Diharapkan dengan acara ini, peserta didik menjadi lebih santun dan belajar pendidikan politik dan demokrasi dengan benar.”
Menjadi ajang pembelajaran demokrasi bagi siswa, dalam acara tersebut siswa dapat menyampaikan aspirasinya mengenai kegiatan yang telah dilakukan oleh MPK dan OSIMADA dalam setahun ini. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan, kritik, dan saran untuk kegiatan OSIMADA dalam setahun ke depan.
Ryan, salah seorang peserta Mukilas menuturkan, “Dengan adanya mukilas, saya dapat menyampaikan pendapat saya kepada MPK maupun OSIMADA, salah satu pendapat saya agar OSIMADA memberikan lebih banyak lagi kegiatan keagamaan mengingat kita merupakan siswa madrasah dengan pembelajaran agama jauh lebih banyak dibanding sekolah pada umumnya.”
Berbagai kritik dan saran juga telah dimusyawarahkan bersama demi kebaikan MPK dan OSIMADA ke depannya.
Selesai pelaksanaan pertanggungjawaban oleh MPK dan OSIMADA, dilaksanakan pemilihan pengurus harian MPK yang baru. Terpilihlah Mahasin Nazih Imdad sebagai ketua MPK periode 2018/2019 dan Imron sebagai wakil ketuanya. Dengan terpilihnya Mahasin, secara otomatis pengurus MPK periode 2017/2018 menjadi demisioner. Demikian juga pengurus OSIMADA periode 2017/2018 juga telah ditetapkan menjadi demisioner pada hari itu juga. Pendemisioner dilakukan oleh Fatah Yasin selaku Pembina OSIMADA MAN 2 Wonosobo.
Sanjay Adina Dewantara, ketua MPK periode 2017/2018 memberikan kesan, “Mukilas membuat saya bangga menjadi siswa MAN 2 Wonosobo. Dengan adanya Mukilas, siswa mendapatkan pendidikan politik yang sangat bermanfaat di masa yang akan datang.”
“Sebagai demisioner Ketua MPK, saya sangat terkesan karena dapat membhaktikan diri kepada madrasah tercinta demi kemajuan MAN 2 Wonosobo”, tandas Sanjay.
Hal tersebut direspon positif oleh Mahasin, “Kami akan berusaha menjadi pemimpin yang amanah demi kemajuan MAN 2 Wonosobo. Terutama dalam kegiatan sosial, kami juga akan lebih berpartisipatif.”
Selanjutnya pengurus MPK baru akan mengadakan agenda besar yaitu pemilihan Ketua OSIS MAN 2 Wonosobo periode 2018/2019. Diharapkan pengurus MPK maupun OSIMADA yang baru dapat melakukan kegiatan dengan baik. Sehingga dapat membawa nama MAN 2 Wonosobo yang lebih baik dimata masyarakat. [Kholifatu Rosyada dkk]

MPK MAN 2 Wonosobo Gelar Mukilas

Wonosobo – Menjelang pemilihan ketua OSIMADA (OSIS MAN 2 Wonosobo) MPK (Majlis Perwakilan Kelas) gelar Mukilas (Musyawarah Perwakilan Kelas) pada Kamis (30/8/18). Diikuti sebanyak 72 perwakilan kelas dari 36 kelas, kegiatan tersebut melaksanakan sidang LPJ pengurus OSIS 2017/2018 dan pemilihan pengurus MPK periode 2018/2019.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Mukilas kali ini di gelar pada hari aktif. Bertempat di masjid Umar bin Khattab MAN 2 Wonosobo, kegiatan ini dimulai pukul 09.00 – 14.00 WIB. Di awali dengan pembukaan oleh kepala madrasah yang dilanjutkan dengan sidang dari berbagai komisi. Selain para perwakilan kelas dan pengurus MPK, hadir juga seluruh pengurus OSIMADA tahun 2017/2018 yang melaksanakan LPJ.
Muslikh kepala MAN 2 Wonosobo mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan ini sebagai wujud demokrasi di MAN 2 Wonosobo dan menjadi forum tertinggi untuk peserta didik. Karena aganda Mukilas menjadi forum pengurus OSIMADA melaksanakan LPJ kepada seluruh perwakilan kelas sebagai representasi seluruh peserta didik.
Muslikh juga menambahkan harapanya supaya ke depan pengurus OSIMADA bisa lebih baik lagi. “Untuk kegiatan yang sudah bagus tetap dipertahanka, dan harus mampu mencari inovasi baru yang lebih bagus. Untuk yang kelas XI dan akan menjadi pengurus inti OSIMADA ke depan harus mampu mengambil pelajaran dari kepengurusan sebelumnya,” pungkasnya.
Senada, Sanjay selaku ketua MPK tahun 2017/2018 juga mengamini bahwa OSIMADA ke depan harus lebih baik lagi. Walaupun menurutnya yang sekarang sudah baik, tapi tetap saja masih ada kekurangan. “Untuk pengurus berikutnya semoga lebih baik lagi,” tutur siswa yang sekarang kelas XII MIA 6.
Agenda Mukilas kali ini selain agendanya LPJ pengurus OSIMADA 2017/2018 juga melaksanakan pemilihan ketua MPK 2018/2019. Terpilih Mahasin Nazih Imdad (XI MIA 3) dan Imron (X IKA 1) sebagai ketua dan wakil ketua. Selain itu, ada juga pendemisioneran pengurus OSIMADA 2017/2018 oleh ketua MPK 2017/2018 dan pendemisioneran pengurus MPK 2017/2018 oleh pembina OSIMADA Fatah Yasin.
Untuk pengurus MPK terpilih secara otomatis akan menjadi panitia panitia pemilihan ketua OSIMADA 2018/2019. Dan dalam agenda dekat ini akan dimulai penjaringan bakal calon ketua OSIMADA 2018/2019.

Hidupkan Budaya Menulis, MAN 2 Maksimalkan Ekstra Jurnalistik

Menulis merupakan hal sulit bagi kalangan pelajar. Minat pelajar untuk menulis amatlah minim. Dibutuhkan niat serta kemauan yang kuat untuk dapat melakukan kegiatan penulisan. Penulisan nantinya akan menghasilkan sebuah karya tulis. Baik dalam bentuk laporan kegiatan, artikel, opini, hingga tulisan sastra seperti puisi maupun cerpen.
Tulisan mempunyai banyak makna dalam kehidupan. Selain sebagai sumber informasi, tulisan dapat mejadi rekam jejak sejarah yang terjadi pada masa tersebut. Tulisan yang baik memberikan banyak manfaat kepada manusia, mulai masa kini, hingga masa depan. Banyak sekali hal yang dapat dimanfaatkan dari sebuah penulisan.
Dikarenakan banyaknya manfaat penulisan, MAN 2 Wonosobo mengadakan ekstra kurikuler jurnalistik. Dengan ekstra tersebut, diharapkan dapat memberi wadah bagi peserta didik untuk belajar menulis. Meskipun menulis bukanlah hal yang mudah, namun dalam ekstra jurnalistik akan diberi berbagai pembelajaran terkait dengan tata cara penulisan.
Ekstra Jurnalistik di MAN 2 Wonosobo tergolong masih muda, baru berumur satu tahun dan belum membuahkan banyak karya. Masih banyak sekali perjuangan yang harus dilakukan bersama agar dapat menghidupkan budaya menulis di kalangan siswa MAN 2 Wonosobo.
Untuk dapat menulis, seorang peserta didik haruslah banyak membaca. Nonsens, seorang dapat menulis tanpa membaca. Di MAN 2 Wonosobo telah memiliki perpustakaan yang sudah representatif dan telah maenjadi perpustakaan yang yang layak di tingkat nasional. Oleh karena itu dengan dukungan buku bacaan yang sudah banyak di MAN 2 Wonosobo, diharapkan peserta didik dapat memiliki kemampuan menulis yang baik.
Dengan adanya ekstrakurikuler tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan budaya menulis di kalangan siswa. Diharapkan juga akan banyak produk penulisan yang diterbitkan oleh ekstra jurnalistik MAN 2 Wonosobo. []

Beri Pengalaman, OSIMADA Latihan Pemotongan Qurban

Masih dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1439 H, OSIS MAN 2 Wonosobo (OSIMADA) melaksanakan pemotongan hewan qurban. Acara digelar pada Jum’at (24/08) di halaman MAN 2 Wonosobo. Acara yang diikuti seluruh pengurus OSIMADA tersebut berjalan lancar dan tertib.
Acara tersebut menjadi hal menarik bagi seluruh pengurus OSIMADA, mengingat proses pemotongan hewan qurban cukuplah panjang dan rumit bagi yang belum terbiasa. Pada hari itu, 2 ekor kambing dipotong bersama-sama. Seluruh pengurus OSIMADA menyaksikan pemotongan dengan antusias. Bahkan tidak sedikit diantara mereka mengamati proses demi proses yang cukup banyak.
Pemotongan qurban tersebut dimaksudkan agar peserta didik belajar bagaimana caranya memotong hewan qurban yang baik dan benar, sesuai ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadist tentunya. Lebih dari itu, nantinya mereka akan melaksanakan hal yang sama di masyarakat. Saat itu, peserta didik juga melaksanakan secara langsung mulai dari menguliti sampai memotong hewan qurban menjadi beberapa bagian.
Bagi beberapa peserta didik yang sudah pernah melaksanakan hal tersebut, tidak ada masalah, namun menjadi hal baru bagi peserta didik yang belum pernah. Ada yang merasa jijik dan tidak tahan dengan bau kambing, namun di sini mereka belajar untuk mengatasi itu semua. Dengan begitu, peserta didik dapat lebih tangkas lagi ketika melaksanakan pemotongan hewan qurban.
Acara tersebut didampingi oleh guru agama sekaligus panitia qurban MAN 2 Wonosobo. Chabib, seorang guru yang mendampingi acara tersebut mengatakan, “Pemotongan hewan qurban tersebut melatih siswa untuk memperkenalkan kegiatan yang suatu saat dilakukan di masyarakat.”
“Dari sisi religiusitas, qurban merupakan ibadah yang mengandung nilai iqtishodiah (sosial) kepada masyarakat. Semoga ke depannya siswa MAN mampu meningkatkan kesadarannya dalam melaksakan ibadah qurban di masyrakat”, tambah Chabib.
Fatah Yasin, pembina OSIS MAN 2 Wonosobo merespon positif dengan agenda tersebut, semoga ke depannya dapat senantiasa dilaksakan, mengingat peserta didik harus mengamalkan ilmu tersebut di masyarakat. Fatah mengatakan, “Untuk melatih anak melaksanakan syariat Islam berupa qurban, dengan harapan setelah dewasa kesadaran akan muncul kepada mereka.”
“Selain itu, untuk meningkatkan kepedulian sosial anak-anak terhadap lingkungan sekitar, terutama yang secara ekonomi kekurangan. Untuk pembelajaran tata cara penyembelihan qurban sesuai dengan syariat Islam”, tambah Fatah.
“Semoga ke depan semakin meningkat, syukur bisa satu anak satu ekor,” tutur guru Bahasa Inggris tersebut.
Dituturkan salah satu peserta, “Dengan adanya pemotongan hewan qurban ini, kami menjadi tahu proses demi proses, dari pemotongan, menguliti, sampai memotong daging. Banyak proses yang dilakukan, meskipun dari awalnya terkesam jijik, namun saya rasa sangat bermanfaat apalagi ketika sudah terjun di masyarakat nanti.”
Acara diakhiri dengan memasak dan makan bersama, dengan acara tersebut peserta didik mempunya pengalaman pemotongan hewan qurban. Diharapkan pengalaman tersebut bermanfaat nantinya di masyarakat. Tak hanya itu saja, sebagai siswa madrasah diharapkan nantinya mereka dapat berperan aktif dalam masyarakat. []

Sampaikan Harapan Besar Madrasah

MAN 2 Wonosobo – Rapat pleno komite dan sosialisasi program madrasah
Minggu lalu, Sabtu (25/08) MAN 2 Wonosobo mengadakan rapat pleno komite. Rapat dilaksanakan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pihak madrasah kepada wali murid. Disampaikan pula program madrasah untuk satu tahun ke depan dalam acara tersebut. Rapat yang menjadi agenda rutin tahunan di MAN 2 Wonosobo juga menjadi sarana silaturahmi pihak madrasah dengan wali murid, khususnya bagi wali murid kelas X yang baru mengenal MAN 2 Wonosobo.
Rapat diikuti oleh seluruh wali murid MAN 2 Wonosobo. Dari pihak madrasah, kepala madrasah, komite, guru, dan karyawan juga hadir dalam rapat tersebut. Pada hari itu, rapat digelar dua kali. Yang pertama untuk kelas XI dan XII, sedangkan yang kedua untuk kelas X. Seluruh rangkaian acara pada rapat tersebut berlangsung lancar dan tertib.
Dalam pidatonya, Muslikh kepala MAN 2 Wonosobo mengatakan, “Alhamdulillah MAN 2 Wonosobo sudah lebih bagus dari tahun ke tahun, ke depannya semoga MAN 2 Wonosobo menjadi lebih maju.”
“MAN 2 Wonosobo diharapkan menjadi tempat menuntut ilmu yang nyaman dengan pelayanan yang maksimal. Ilmu yang didapatkan peserta didik juga semoga bermanfaat dunia akhirat”, tandas Muslikh.
Purwanto, salah satu komite yang hadir pada rapat tersebut juga menyampaikan, “MAN 2 Wonosobo sebagai madrasah yang maju memberikan pembelajaran umum dan agama kepada peserta didik. Pembelajaran Agama Islam di MAN 2 Wonosobo berdasar pada Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, bukan Islam liberal apalagi radikal.”
Beliau juga mengajak kepada seluruh wali murid bersama-sama membangun MAN 2 Wonosobo agar menjadi lebih maju, unggul, dengan lulusan yang mempunyai keterampilan pengetahuan umum dan agama. Dalam kesempatan itu, Purwanto juga mengingatkan, MAN 2 Wonosobo merupakan madrasah yang didirikan oleh ulama masyhur Wonosobo yaitu KH. Muntaha diharapkan menjadi madrasah yang bermanfaat dan barokah bagi masyarakat sekitarnya.
Rapat membuahkan kesepakatan pembayaran SOP beserta SPI bagi peserta didik. Dengan kesepakatan tersebut diharapkan wali murid dapat melaksanakan hasil rapat dengan baik. Dengan begitu, wali murid dapat turut serta berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pembangunan MAN 2 Wonosobo menjadi madrasah hebat bermartabat yang unggul di tingkat nasional, serta bermanfaat dunia dan akhirat. []