27
AGU
2018

Beri Pengalaman, OSIMADA Latihan Pemotongan Qurban

Masih dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1439 H, OSIS MAN 2 Wonosobo (OSIMADA) melaksanakan pemotongan hewan qurban. Acara digelar pada Jum’at (24/08) di halaman MAN 2 Wonosobo. Acara yang diikuti seluruh pengurus OSIMADA tersebut berjalan lancar dan tertib.
Acara tersebut menjadi hal menarik bagi seluruh pengurus OSIMADA, mengingat proses pemotongan hewan qurban cukuplah panjang dan rumit bagi yang belum terbiasa. Pada hari itu, 2 ekor kambing dipotong bersama-sama. Seluruh pengurus OSIMADA menyaksikan pemotongan dengan antusias. Bahkan tidak sedikit diantara mereka mengamati proses demi proses yang cukup banyak.
Pemotongan qurban tersebut dimaksudkan agar peserta didik belajar bagaimana caranya memotong hewan qurban yang baik dan benar, sesuai ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadist tentunya. Lebih dari itu, nantinya mereka akan melaksanakan hal yang sama di masyarakat. Saat itu, peserta didik juga melaksanakan secara langsung mulai dari menguliti sampai memotong hewan qurban menjadi beberapa bagian.
Bagi beberapa peserta didik yang sudah pernah melaksanakan hal tersebut, tidak ada masalah, namun menjadi hal baru bagi peserta didik yang belum pernah. Ada yang merasa jijik dan tidak tahan dengan bau kambing, namun di sini mereka belajar untuk mengatasi itu semua. Dengan begitu, peserta didik dapat lebih tangkas lagi ketika melaksanakan pemotongan hewan qurban.
Acara tersebut didampingi oleh guru agama sekaligus panitia qurban MAN 2 Wonosobo. Chabib, seorang guru yang mendampingi acara tersebut mengatakan, “Pemotongan hewan qurban tersebut melatih siswa untuk memperkenalkan kegiatan yang suatu saat dilakukan di masyarakat.”
“Dari sisi religiusitas, qurban merupakan ibadah yang mengandung nilai iqtishodiah (sosial) kepada masyarakat. Semoga ke depannya siswa MAN mampu meningkatkan kesadarannya dalam melaksakan ibadah qurban di masyrakat”, tambah Chabib.
Fatah Yasin, pembina OSIS MAN 2 Wonosobo merespon positif dengan agenda tersebut, semoga ke depannya dapat senantiasa dilaksakan, mengingat peserta didik harus mengamalkan ilmu tersebut di masyarakat. Fatah mengatakan, “Untuk melatih anak melaksanakan syariat Islam berupa qurban, dengan harapan setelah dewasa kesadaran akan muncul kepada mereka.”
“Selain itu, untuk meningkatkan kepedulian sosial anak-anak terhadap lingkungan sekitar, terutama yang secara ekonomi kekurangan. Untuk pembelajaran tata cara penyembelihan qurban sesuai dengan syariat Islam”, tambah Fatah.
“Semoga ke depan semakin meningkat, syukur bisa satu anak satu ekor,” tutur guru Bahasa Inggris tersebut.
Dituturkan salah satu peserta, “Dengan adanya pemotongan hewan qurban ini, kami menjadi tahu proses demi proses, dari pemotongan, menguliti, sampai memotong daging. Banyak proses yang dilakukan, meskipun dari awalnya terkesam jijik, namun saya rasa sangat bermanfaat apalagi ketika sudah terjun di masyarakat nanti.”
Acara diakhiri dengan memasak dan makan bersama, dengan acara tersebut peserta didik mempunya pengalaman pemotongan hewan qurban. Diharapkan pengalaman tersebut bermanfaat nantinya di masyarakat. Tak hanya itu saja, sebagai siswa madrasah diharapkan nantinya mereka dapat berperan aktif dalam masyarakat. []
Facebook Comments

Leave a Reply

*

captcha *