03
SEP
2018

Mewakili Jawa Tengah, Baitul Hikmah Hadapi Final

Terpilih mewakili Jawa Tengah, Perpustakaan Baitul Hikmah MAN 2 Wonosobo maju ke tingkat nasional dalam lomba perpustakaan sekolah jenjang SMA/SMK/MA tahun 2018. Lomba Perpustakaan tingkat nasional tersebut terbagi dalam 2 tahap. Tahap pertama dewan juri melakukan visitasi untuk dipilih 15 besar terbaik di tiap-tiap provinsi se-Indonesia. Tahap kedua adalah presentasi bagi 15 besar terbaik tersebut di Jakarta.
Perpustakaan Baitul Hikmah telah divisitasi dewan juri pada medio Agustus lalu. Menjadi Prestasi yang membanggakan bagi MAN 2 Wonosobo, Alhamdulillah Perpustakaan Baitul Hikmah lolos sebagai 15 besar perpustakaan terbaik. Menjadi tahap akhir dari perlombaan tersebut, tanggal 4 – 7 September 2018 akan dilaksanakan presentasi di Jakarta untuk menentukan juara Lomba Perpustakaan Sekolah tingkat nasional tersebut.
Berbagai usaha dan pembenahan telah dilakukan Perpustakaan Baitul Hikmah untuk dapat menjadi perpustakaan terbaik di tingkat nasional. Berawal dari perlombaan tingkat Kabupaten, Perpustakaan Baitul Hikmah berusaha untuk menjadi yang terbaik hingga akhirnya dapat mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional.
Presentasi di Jakarta akan dilaksanakan di Hotel Grand Orchardz, Jakarta. Yusuf Hadiyono selaku Kepala Perpustakaan Baitul Hikmah akan memaparkan presentasi pada saat itu. Berbagai persiapan telah dilaksanakan Yusuf Hadiyono agar Perpustakaan Baitul Hikmah dapat menjadi perpustakaan terbaik di tingkat nasional.
Bersama tim, banyak persiapan yang telah dilakukan Yusuf Hadiyono untuk presentasi di Jakarta tersebut. Persiapan dilakukan mulai dari materi, slide, lagum hingga video profil telah disiapkan sebagai media presentasi. Guru Mata Pelajaran SKI tersebut juga berlatih serius agar presentasi nanti dapat menampilkan yang terbaik.
Tidak mudah memang untuk dapat melaju hingga tingkat nasional, salah satu kendala yang dihadapi adalah pembuatan video profil. Tidak tanggung-tanggung, perpustakaan Baitul Hikmah bahkan melakukan editing video profil sampai tujuh kali guna mendapatkan video dengan kualitas dan konten yang terbaik.
Perpustakaan Baitul Hikmah MAN 2 Wonosobo akan bersaing dengan SMA Kolese Gonzaga Jakarta, SMAN 1 Wonosari Gunung Kidul, dan sekolah lain yang mewakili provinsi masing-masing. Menjadi satu-satunya peserta yang mewakili madrasah, Perpustakaan Baitul Hikmah akan berusaha semaksimal mungkin di ajang tersebut.
Butuh waktu lama bagi Perpustakaan Baitul Hikmah untuk maju hingga tingkat nasional. Berawal dari ruang perpustakaan yang sempit dan terkesan seperti gudang buku, kini telah memiliki 6 ruang dengan fasilitas representatif. Jumlah koleksi tidak kurang dari 11.500 judul buku membuat perpustakaan menjadi sumber wawasan luas. Ruang pertemuan dan panggung kreasi juga dimiliki Perpustakaan Baitul Hikmah guna menunjang seluruh kegiatan belajar dan mengajar di MAN 2 Wonosobo. Tidak ketinggalan, café library, gazebo, dokar pustaka, hingga kebun pustaka juga dimiliki Peprustakaan Baitul Hikmah guna menambah semangat membaca seluruh civitas akademika MAN 2 Wonosobo. Dengan desain bangunan yang warna-warni menjadikan perpustakaan Baitul Hikmah terkesan menyenangkan dengan desain ala kids zaman now membuat siapa saja merasa nyaman di dalamnya.
Pada masanya nanti, diharapkan Perpustakaan Baitul Hikmah menjadi perpustakaan aplikatif. Perpustakaan yang tidak sekedar memberikan teori dan sumber baca saja, namun mampu memberikan penerapan dari apa yang telah dibaca agar adanya perpustakaan menjadi semakin bermanfaat.
Dengan adanya Perpustakaan Baitul Hikmah, diharapkan minat baca masyarakat Wonosobo dapat meningkat dan mengangkat Kabupaten Wonosobo ke dalam kondisi yang lebih baik. Kesuksesan Perpustakaan Baitul Hikmah MAN 2 Wonosobo diharapkan akan memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan baik di madrasah maupun sekolah.
“Perpustakaan adalah jantungnya suatu lembaga pendidikan”, tegas Yusuf Hadiyono. [Cahyaningsih, dkk]
Facebook Comments

Leave a Reply

*

captcha *