Jelang POPDA, MAN 2 Wonosobo Gelar Mujahadah

Wonosobo – Banyak cara yang dilakukan sekolah atau madrasah dalam menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Wonosobo tahun 2020 tanggal 27 Januari – 4 Februari 2020, salah satunya menggelar do’a bersama atau mujahadah. Seperti halnya MAN 2 Wonosobo Senin (20/1/20) siang, pihaknya menggelar mujahadah yang diselenggarakan di masjid Umar bin Khottob MAN 2 Wonosobo pukul 13.00 WIB.

Wonosobo – Banyak cara yang dilakukan sekolah atau madrasah dalam menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Wonosobo tahun 2020 tanggal 27 Januari – 4 Februari 2020, salah satunya menggelar do’a bersama atau mujahadah. Seperti halnya MAN 2 Wonosobo Senin (20/1/20) siang, pihaknya menggelar mujahadah yang diselenggarakan di masjid Umar bin Khottob MAN 2 Wonosobo pukul 13.00 WIB.

Mujahadah kali ini dihadiri oleh 63 atlit POPDA MAN 2 Wonosobo, para pelatih, official, guru hingga kepala Madrasah. Kegiatan ini sebagai upaya batin yang tidak bisa dipisahkan dari upaya lahir agar hajat besar POPDA Kabupaten Wonosobo tahun 2020 nantinya akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Kepala MAN 2 Wonosobo Prihantoro Achmad, dalam memberikan pembekalan sebelum kegiatan menyampaikan pentingnya mujahadah ini. Menurutnya selain usaha lahiriyah, perlu juga usaha batiniyah. “Selain latihan keras dan menjaga fisik agar tetap fit perlu juga bagaimana mendekatkan diri kepada Allah, karena Allah lah yang maha berkehendak,” ujarnya.

Dalam pembekalanya, Prihantoro juga menargetkan hasil terbaik pada POPDA Kabupaten tahun 2020 ini. “Dengan usaha lahir dan batin yang maksimal semoga MAN 2 Wonosobo mampu mendapatkan hasil maksimal, semoga hasilnya lebih baik dari POPDA tahun lalu,” ucapnya.

Senada, Ketua Bidang Pembina Prestasi siswa MAN 2 Wonosobo Unggul Widya Iswara pada kesempatan lain berharap tahun ini memperoleh peningkatan dari segi hasil. Menurunya dari tahun lalu hanya memperoleh 11 emas tahun ini mampu lebih baik lagi. Dia juga berharap dari total 63 atlit Kontingen POPDA MAN 2 Wonosobo tahun ini mampu mengerahkan semua kemampuanya untuk hasil terbaik.

Unggul juga mengapresiasi kegiatan Mujahadah ini. Menurutnya kedekatan kepada Allah juga mampu menambah kepercayan diri atlit dan salah satu usaha batin. “Dengan perantara mujahadah kali ini semoga mampu menumbuhkan kemantapan dan kepercayaan diri atlit, Aamiin,” harapnya.

Kegiatan ini berlangsung hikmat, seluruh peserta mengikuti prosesi mujahadah dengan sungguh-sungguh. Di pimpin Adrodin Irawan, seluruh peserta bersama-sama berdzikir dan membaca kalam Illahi dengan khusyu’ dan ikhlas. Kurang lebih selama 1 jam kegiatan ini berlangsung hingga berakhir pukul 14.00 WIB. []

Persami MAN 2 Wonosobo, Memperkuat Karakter Peserta Didik

Wonosobo – Ada kalanya potongan momentum singkat sehari-hari punya dampak begitu besar dalam kehidupan seseorang. Membekas, membatin dan terpahat sangat kuat nan melekat. Momentum seperti itulah yang diinginkan pihak guru dan pembina pramuka MAN 2 Wonosobo mampu dialami serta dirasakan peserta didiknya di tengah berbagai persoalan karakter bangsa.

Upaya tersebut dilakukan pihak madrasah dengan menggelar perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) 18-19 Januari 2020. Kegiatan itu diikuti peserta didik kelas X yang berjumlah 413 peserta didik. Semua siswa kelas X dari tiga jurusan tersebut, antusias dan semangat mengikuti kegiatan tahunan ini. Selain itu, semua stake holder MAN 2 juga menganggap sebagai kegiatan siswa yang sangat positif.

“Perkemahan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan madrasah. Walaupun setiap tahun dilaksanakan, namun kegiatan ini selalu memiliki konsep yang relevan. Khususnya dalam usaha menanamkan karakter pada setiap peserta didik,” ujar Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik MAN 2 Wonosobo Rofingul Khusnu Karim saat mewakili Kepala Madrasah yang berhalangan membuka acara tersebut.

Menurutnya, perkemahan yang dilakukan di kampus MAN 2 Wonosobo ini, berisikan kegiatan-kegiatan yang sangat positif yang bertujuan membangun karakter peserta didik agar menjadi lebih baik. Kegiatan kepramukaan ini, ungkap Rofingul Khusnu Karim terdapat nilai-nilai karakter yang selama ini dikampanyekan pemerintah, seperti nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, komunikatif, peduli sosial dan tanggung jawab.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, peserta didik diberikan materi tentang kedisiplinan, pembangunan karakter dan permainan. Di mulai Sabtu (18/01/20) dengan pembukaan pukul 14.30 WIB, dilanjutkan wide game, khataman al-Qur’an, perjalanan malam, api unggun, senam, hingga membuat paper mop berupa simbol tunas kelapa sebelum upacara penutupan Minggu (19/01/20) pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta, misalnya Annisa Zulfany. Dia merasakan dampak yang sangat positif dari acara itu. “Lewat perkemahan ini, kami bisa menjadi lebih solid lagi dalam pertemanan dan mampu meningkatkan kerjasama dalam suatu tim,” papar siswa kelas X IIS 2 dan juga peraih peringkat paralel semester gasal.

Dia juga sangan mengapresiasi kegiatan Khotmil Qur’an yang dilaksanakan setelah shalat Magrib. Menurutnya kegiatan persami kali ini tidak monoton, dan lebih bernuansa religius. “Kalau game dan api unggun sudah biasa, tetapi dengan adanya Khotmil Qur’an menjadikan persami kali ini luar biasa,” ucapnya. []

MAN 2 Berikan Beasiswa Kepada 63 Siswa Berprestasi

Wonosobo – Sebanyak 63 siswa berprestasi MAN 2 Wonosobo menerima beasiswa. Beasiswa tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh kepala MAN 2, Prihantoro Achmad saat upacara bendera rutin, Senin (13/1/20) di kampus MAN 2 Wonosobo, Krasak, Mojotengah. Pemberian beasiswa tersebut diperuntukan pada siswa-siswi yang mendapatkan prestasi sepanjang semester gasal tahun pelajaran 2019/2020.
Mereka mendapat beasiswa yang berbeda-beda sesuai dengan prestasi yang diperolehnya. Rincianya 39 siswa mendapatkan beasiswa dari ranking paralel semester gasal dan 24 siswa karena mendapatkan prestasi dari prestasi akademik dan non akademik selama semester gasal. Mereka mendapatkan beasiswa mulai dari bebas Sumbangan Oprasional Sekolah (SOP) hingga tabungan.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Yun’am Arif menuturkan, bahwa beasiswa yang diberikan meliputi siswa peringkat 3 besar paralel dan prestasi yang didapat dari berbagai event kejuaraan. Dia menuturkan bahwa prestasi yang diperoleh dari bidang akademik seperti Kompetisi Sains Madrasah dan non akademik seperti olahraga dan seni. Khusus dari non akademik semester gasal ini siswa MAN 2 mampu mengukirkan banyak prestasi dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Ada dari pencak silat, tilawah, penulisan artikel, sepak takraw, taekwondo dan lain sebagainya.
“Untuk beasiswa yang diperoleh berbeda-beda, ada yang bebas SOP hingga tabungan. Untuk peringkat paralel kelas reguler mendapatkan bebas SOP, mulai 2 bulan, 4 bulan hingga 6 bulan bagi peringkat 1-3. Kemudian untuk kelas beasiswa akademik, kelas olahraga dan siswa beasiswa non akademik mendapatkan tabungan 250 ribu, 300 ribu, hingga 350 bagi peringkat 1-3. Kemudian untuk peraih kejuaraan baik non akademik berlaku sama, bagi siswa reguler mendapatkan beasiswa bebas SOP, sedangkan siswa kelas beasiswa akademik, kelas olahraga dan siswa beasiswa non akademik mendapatkan tabungan,” ungkap Yun’am Arif yang juga guru Bahasa Inggris.
Setelah penyerahan beasiswa, kepala MAN 2 Wonosobo Prihantoro Achmad mengucapkan selamat dan memberi apresiasi kepada mereka. Dia berharap reward yang diberikan oleh madrasah mampu menginspirasi dan memotivasi bagi siswa-siswi lainya, shingga mau belajar dan berusaha lebih serius lagi untuk meraihnya. Karena menurutnya berprestasi dapat diraik dengan usaha yang sungguh-sungguh.
“Semoga mampu menginspirasi bagi siswa lainya. Ingat untuk berprestasi butuh usaha lebih dari biasanya. Perlu ketekunan dalam belajar dan kerja keras untuk meraihnya. Tidak bisa prestasi diraih dengan usaha yang setengah hati. Untuk itu mulai saat ini semua siswa harus fokus belajar, belajar dan belajar,” tutur Prihantoro saat mengakhiri amanatnya pada saat upacara. []

Maju ke Provinsi, MAN 2 Wonosobo Juara KSM tingkat Kabupaten

Wonosobo – Kompetisi Sains Madrasah atau sering disebut KSM merupakan salah satu ajang bergengsi untuk siswa madrasah se-Indonesia. Aara KSM sendiri ada tingkatannya, mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Perlombaan ini bukan hanya ajang uji kemampuan, tetapi sebagai ajang silaturahmi antar madrasah.

Tahun ini KSM tingkat Kapubaten Wonosobo dilaksanakan di MAN 1 Wonosobo pada tanggal 12 Mei 2018. Pada ajang tersebut MAN 2 Wonosobo mengirimkan 3 personil untuk tiap cabang perlombaan, seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dan Geografi. Alhamdulillah, MAN 2 Wonosobo berhasil menjadi juara umum lagi dan bisa mengirimkan 5 peserta didik untuk maju ke tingkat provinsi.

Peserta didik yang dikirim untuk mewakili MAN 2 Wonosobo di tingkat provinsi adalah Muhammad Harir untuk cabang Matematika, Febria Hilmi Wulandari untuk cabang Fisika, Risqi Ayu Safitri untuk cabang Biologi, Luluk Kamilia untuk cabang Kimia, dan Listiyana untuk cabang Ekonomi. Kepala MAN 2 Wonosobo, Drs. H. Muslikh merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya. Beliau juga menegaskan akan mendukung penuh 5 personil tersebut untuk berlatih dan maju di tingkat provinsi.

“Selamat untuk anak-anak, guru, pelatih atau pendamping. Alhamdulillah kita kembali juara umum, walaupun tidak sapu bersih seperti tahun lalu tetapi sudah luar biasa mengingat persaingan semakin ketat,” ujar Muslikh.

Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu guru serta karyawan atas doa dan dukungannya sehingga dapat meraih juara di tingkat Kabupaten. Senanda dengan Kepala MAN 2 Wonosobo, guru-guru pun juga mengucap syukur dan siap membimbing serta mendukung penuh 5 personil tersebut agar sukses di tingkat provinsi, serta aktif mencari bibit-bibit baru dan mempersiapkan mereka untuk maju di ajang bergengsi seperti KSM, OSN maupaun ajang lainnya.

“Diharapkan nanti ditingkat provinsi bisa berbicara dan mampu meraih hasil lebih baik baik dari tahun lalu. Jangan berpuas dulu, ke depan masih ada tingkat provinsi dan nasional. Insya Allah kalian bisa..!!,” pesan Muslikh kepada anak-anak. []

https://jateng.kemenag.go.id/warta/berita/detail/maju-ke-provinsi-man-2-wonosobo-juara-ksm-tingkat-kabupaten

MAN 2 Wonosobo Siapkan Mental Peserta Didik dengan TFAIL

Wonosobo – Jelang Ujian Nasional yang akan di laksanakan pada Maret hingga April mendatang, MAN 2 Wonosobo siapkan mental peserta didik untuk mengikuti Ujian Nasional dengan Training For Exelent Life (TFAIL) bersama ust. Zaenal Fanani dari Yayasan SAP Yogyakarta, kegiatan tersebut di laksanakan di gedung olah raga Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Selasa, (22/1). Sedikitnya terdapat 448 peserta didik yang merupakan siswa kelas XII yang mengikuti TFAIL, sekaligus didampingi oleh orang tua atau wali masing-masing siswa yang juga di undang dalam kegiatan tersebut.

Menurut Kepala MAN 2 Wonosobo, Muslih, beliau menyebutkan spiritual TFAIL dicanangkan untuk bisa membangun mental spiritual peserta didik agar siap dalam mengikuti Ujian Nasional dan tidak gugup.

Training For Exelent Life atau TFAIL ini murni kita adakan untuk membangun serta menyiapkan mental peserta didik untuk mengikuti dan menghadapi Ujian Nasional (UN) yang akan datang beberapa bulan kedepan, dengan harapan pas UN nanti peserta tidak lagi gugup atau tegang, sehingga bisa mengerjakan soal-soal dengan tenang dan maksimal,” ungkap Muslih.

Pihaknya juga menambahkan, TFAIL digelar sekaligus sebagai simbolik permohonan doa restu serempak yang dilakukan anak kepada orang tua untuk menghadapi Ujian Nasional dan melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Karena salah satu kunci sukses adalah doa orang tua dan restu orang tua. Jika kita ikhlas semata meminta do’a orang tua kita, insyaAllah segala hal akan dimudahkan. Anak-anak sudah dididik di MAN 2 Wonosobo ketika keluar dari pintu rumah hingga kembali lagi kerumah, dan sekarang akan meminta doa bapak ibu sekalian. Jadi saya harap orang tua juga ikhlas mendoakannya,” tambahnya.

Sementara itu turut hadir dalam TFAIL yakni, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Muhammad Thobiq, dan narasumber dari Yogyakarta, Zainal Fanani. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Wonosobo menyampaikan, sinergi antar peserta didik, orang tua atau wali beserta guru akan menjadikan kunci kemudahan tersendiri.

“Sinergi antar elemen sangat dibutuhkan, bukan semata anak didik ini harus berperang sendiri menghadapi Ujian Nasional, tapi mereka membutuhkan dukungan dan suport dari berbagai pihak, orang tua dengan do’a dan restunya, serta perhatian lebih di lingkungan keluarga jelang UN akan sangat membantu bagi peserta didikl karena mereka akan sangat merasa nyaman dan diperhatikan. Kemudian bantuan tenaga pendidik seperti les tambahan atau siulasi ujian juga akan membantu menyiapkan mental anak didik. Jadi ketika peserta didik mendapat suatu kenyamanan selama proses ujian insyaAllah siap untuk menghadapi ujian nasional,” ungkap M Thobiq.

M Thobiq menambahkan, besar harapannya usai jenjang sekolah menengan di Madrasah, peserta didik nantinya direstui untuk melanjutkan jenjang pendidikan di sekolah tinggi atau Universitas.

“Warisan atau Investasi paling tepat dan aman adalah pendidikan. Sekarang bukan lagi jamannya anak mengharapkan warisan tanah yang banyak atau harta melimpah, tetapi sekarang jamannya anak mendapat pendidikan yang memadai. Karena sifat manusia itu berbeda-beda, ada beberapa kejadian, kalau harta itu bisa di perebutkan ketika orang tua nanti sudah tiada, tapi jika kita menginvestasikan pendidikan yang memadai bagi anak kita itu tidak akan ada yang memperebutkan. Jadi besar harapannya usai di madrasah ini anak-anak da orang tua berkenan meneruskan di jenjang yang lebih tinggi,” imbuh M Thobiq.

https://jateng.kemenag.go.id/warta/berita/detail/man-2-wonosobo-siapkan-mental-peserta-didik-dengan-tfail