Zero Sampah di Madrasah

Berawal dari didapuknya MAN 2 Wonosobo sebagai salah satu sekolah adiwiyata tingkat kabupaten tahun 2018, MAN 2 Wonosobo menjadi lebih aktif dalam kegiatan peduli lingkungan. Berbagai pembiasaan peduli lingkungan dilaksanakan civitas akademika MAN 2 Wonosobo guna mendukung program adiwiyata.

Salah satu program mendukung adiwiyata di MAN 2 Wonosobo adalah meminimalisir sampah di madrasah. Kegiatan tersebut diawali dengan deklarasi Zero Sampah pada Jum’at (21/2). Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen civitas akademika untuk senantiasa peduli terhdap lingkungan dan mengurangi sampah.

Deklarasi Zero Sampah diawali dengan kegiatan sehari tanpa kendaraan bermotor di madrasah. Seluruh civitas akademika MAN 2 Wonosobo berangkat ke madrasah dengan jalan kaki dan beberapa menggunakan sepeda.

Prihantoro Achmad selaku kepala MAN 2 Wonosobo mengharuskan kepada seluruh civitas akademika MAN 2 Wonosobo bersama-sama peduli dan menjaga lingkungan. Penandantanganan deklarasi Zero Sampah diawali oleh Kepala Madrasah dan dilanjutkan guru, karyawan, serta peserta didik MAN 2 Wonosobo.

Kegiatan peduli lingkungan di MAN 2 Wonosobo sudah dilaksanakan dalam banyak hal, diantaranya minimalisir sampah plastik di lingkungan madrasah. Madrasah mewajibkan seluruh civitas akademika membawa piring dan gelas sendiri setiap membeli makanan di kantin madrasah. Hal tersebut menjadikan kantin madrasah bebas dari sampah plastik.

Pemanfaatan barang bekas, hemat listrik dan air juga sudah dilaksanakan di MAN 2 Wonosobo. Sikap sadar akan kebersihan diharapakan dimiliki oleh seluruh civitas akademika MAN 2 Wonosobo. Hal tersebut merupakan harapan dari deklarasi Zero Sampah di madrasah. [AB_Dn 27]

Siapkan Mental Hadapi Ujian, MAN 2 Gelar SBT

Pagi ini (15/2) MAN 2 Wonosobo menggelar Spiritual Building Training (SBT). SBT dilaksanakan di Masjid Umar bin Khattab MAN 2 Wonosobo. Agenda tersebut dilaksanakan untuk memberikan pembekalan spiritual bagi peserta didik kelas 12 yang akan menghadapi Ujian Nasional pada Bulan Maret. Diawali dengan berdoa bersama, Adrodin Irawan selaku Wakil Kepala bidang Humas memulai kegiatan SBT. Adrodin Irawan memberikan arahan kepada peserta didik kelas 12 agar senantiasa sadar diri dan jangan terbawa emosi hingga merasa depresi dalam menghadapi Ujian Nasional. Adrodin juga menambahkan agar peserta didik senantiasa berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan dalam menghadapi Ujian Nasional.

Acara inti SBT dipimpin langsung dari Tim Motivasi Bhumi Phala Temanggung. 5 orang anggota tim memberikan motivasi sesuai dengan bagiannya masing-masing. Berbagai permainan untuk memfokuskan kosentrasi dan Senam otak juga dilakukan oleh tim agar peserta SBT dapat mengikuti dengan fokus. Slamet Purwanto, salah seorang motivator dalam acara tersebut memberikan motivasi penuh agar peserta didik kelas 12 sadar diri dengan kemampuan yang mereka miliki. Slamet juga menambahkan bahwa sebagai siswa MAN 2 Wonosobo yang dulu dinamai dengan MAN Kalibeber harus memiliki semangat dan harus mampu berkarya tidak hanya bagi Wonosobo saja tetapi juga untuk Indonesia.

Acara SBT ditutup dengan renungan oleh Eko yang juga merupakan motivator dari Bhumi Phala. Eko memberikan renungan bahwasanya sebagai seorang siswa harus senantiasa menghormati orang tua dan guru. Seorang siswa tidak dapat meraih apa yang dicita-citakan tanpa jasa dari orang tua dan guru. Banyak peserta didik yang menangis dan tertunduk pada sesi itu.

Dengan acara SBT diharapkan peserta didik kelas 12 menjadi lebih siap dalam menghadapi Ujian Nasional, baik secara fisik maupun spiritual. Di sisi lain diharapkan juga peserta didik kelas 12 menjadi lebih ta’dhim baik dengan orang tua maupun guru. []

MAN 2 Wonosobo Dominasi POPDA Kabupaten 2020

Wonosobo – Kontingen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Wonosobo mendominasi perolehan medali pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Wonosobo Tingkat SMA/MA/SMK tahun 2020 yang dilaksanakan 24 Januari – 3 Februari 2020. Hingga hari terakhir perhelatan POPDA, MAN 2 berhasil meraih total 38 medali, dengan rincian 21 medali emas, 12 perak dan 5 perunggu. Kepastian tersebut didapat setelah pada hari terakhir MAN 2 mampu menambah 7 emas yang disumbangkan dari cabang renang putra dan putri.

Dari total 63 atlit yang dikirimkan pada POPDA Kabupaten tahun ini, total ada 13 cabang olahraga yang mampu menyumbang medali. Pencak silat memperoleh 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu, atletik 4 emas, 3 perak dan 1 perunggu, sepak bola 1 emas, taekwondo 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu, bulu tangkis 1 perak, tenis meja 1 perak, bola voli indor 1 perak, sepak takraw 2 emas, bola voli pasir 1 emas dan 1 perak, karate 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu, terakhir renang 7 emas.

Dominasi ini tidak lepas keberadaan Kelas Khusus Olahraga (KKO) di MAN 2 Wonosobo mulai tahun pelajaran 2019/2020. Kelas ini menjadi kelas yang menyumbang atlit terbanyak pada gelaran POPDA tahun ini. Karena dari 28 siswa di kelas KKO, semuanya terlibat dalam kontingen POPDA MAN 2 Wonosobo. Selebihnya atlit berasal dari berbagai kelas dan jurusan yang tersebar pada 3 jurusan IPA, IPS dan Agama pada jenjang kelas X serta kelas XI.

Adanya KKO tentunya membuat MAN 2 sangat mendominasi pada sebagian besar cabor yang dipertandingkan. Bahkan ada beberapa cabor yang sangat mendominasi, seperti renang, pencak silat, sepak takraw serta atletik. “Siswa pada kelas KKO punya kelebihan dan pengalaman jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain. Karena setiap hari pagi dan sore itu mereka selalu latihan, apalagi sering ikut berbagai kejuaraan,” ujar Koordinator Pembina Prestasi MAN 2 Wonosobo Unggul Widya Iswara.

Menurut Unggul hasil POPDA Kabupaten ini menjadi ajang yang berjenjang dan diharapkan semua atlit tidak berpuas diri. “Popda kapupaten ini akan dijadikan sebagai seleksi awal untuk mengikuti Popda karisedenan dan provinsi tahun 2020 mendatang. Para peraih medali emas akan mewakili Kabupaten Wonosobo untuk mengikuti POPDA provinsi, serta khusus pencak silat, taekwondo dan sepak takraw akan lebih dulu seleksi di tingkat eks Karesidenan Kedu,” tandasnya. (tr-22)