Maksimalkan Penerapan Protokol Kesehatan

Wonosobo – Simulasi pembelajaran tatap muka di MAN 2 Wonosobo telah berlangsung 3 hari. Peserta didik yang ditunjuk untuk melakukan pembelajaran tatap muka melaksanan aturan protokol kesehatan dengan baik. Terbagi dalam 6 kelas, 108 peserta didik berangkat ke sekolah dengan jalan kaki maupun menggunakan sepeda motor. Sampai di sekolah mereka akan dicek suhu tubuh dan cuci tangan terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa peserta didik yang berangkat ke sekolah dalam kondisi sehat. Peserta didik yang suhu tubuhnya tinggi (lebih dari 37 derajat Celcius) diperkenankan untuk pulang dan belajar di rumah.

Memasuki ruang kelas, peserta didik juga dicek suhu tubuhnya lagi oleh guru yang mengajar pada jam pertama. Kegiatan pembelajaran juga berlangsung tidak seperti biasanya, kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung dari pukul 08.00 sampai pukul 10.00. Jeda pergantian mata pelajaran dapat digunakan peserta didik untuk Istirahat sejenak, itupun peserta didik tidak diperkenankan meninggalkan ruang kelas. Kantin tutup membuat peserta didik membawa bekal masing-masing dari rumah.

Selama pembelajaran, jarak tempat duduk diatur sedemikian rupa agar mematuhi protokol kesehatan. Masker dan faceshield juga tidak boleh dilepas selama kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya peserta didik saja, seluruh guru dan karyawan juga diharuskan menggunakan masker dan faceshield di lingkungan sekolah.

Usai kegiatan pembelajaran, peserta didik langsung pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada yang bergerombol maupun berkumpul satu sama lain. Sesampainya di rumah, peserta didik harus langsung mandi dan mengganti pakaian. Peserta didik melakukan foto selfi dan mengirimkan ke grup whatsapp pembelajaran tatap muka untuk memastikan bahwa telah sampai di rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Proses kegiatan selama simulasi pembelajaran tatap muka diharapkan menjadikan peserta didik mematuhi protokol kesehatan dengan baik, sehingga pembelajaran tatap muka untuk seluruh peserta didik dapat segera dilaksanakan. []

MAN 2 Wonosobo siap Masuk Sekolah

Hari pertama April 2021, MAN 2 Wonosobo gelar sosialisasi uji coba pembelajaran tatap muka. Dihadiri berbagai tokoh masyarakat, kegiatan berlangsung lancar di Gedung Olahraga MAN 2 Wonosobo. Satgas Covid-19 Wonosobo, Kepala Kankemenag Wonosobo, Kepala Puskesmas Wonosobo dan Mojotengah, Camat, Kapolsek Mojotengah, serta sebagian orang tua/wali murid dan komite juga turut hadir dalam acara tersebut.

MAN 2 Wonosobo menjadi salah satu sekolah dari 5 sekolah yang menjadi uji coba pembelajaran tatap muka di Jawa Tengah bersama SMAN 1 Wonosobo, SMKN 1 Wonosobo, SMPN 1 Kertek, dan MTsN 1 Wonosobo. Guna menyukseskan uji coba pembelajaran tatap muka tersebut, madrasah sudah menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut. 56 tempat cuci tangan beserta sabun, handsanitizer, 2 unit alat disinfektan telah disiapkan dengan baik. Berbagai gambar untuk sosilasisasi, edukasi juga telah disiapkan di berbagai titik agar protokol kesehatan senantiasa terjaga selama uji coba pembelajaran tatap muka.

Prihantoro Achmad kepala MaN 2 Wonosobo menyampaikan, “Banyak hal sudah kami Siapkan agar protokol kesehatan dan 5M tetap terjaga. Kami berharap kegiatan ini dapat sukses agar nantinya semua siswa dapat masuk secara normal setelah uji coba ini selesai.”

“Kami akan mengadakan simulasi terlebih dahulu kepada seluruh civitas akademika, agar pada saat uji coba pembelajaran tatap muka seluruh komponen madrasah sudah siap.” Tandas Prihantoro.

Senada dengan kepala MAN 2 Wonosobo, Ahmad Farid kepala Kankemenag Wonosobo berharap semoga uji coba ini lancar sehingga siswa dapat masuk sebagaimana mestinya.  Siswa juga mendapatkan hak utuh, guru dapat berekspresi kembali setelah satu setengah tahun tidak ada pembelajaran.

Menanggapi kesiapan MAN 2 Wonosobo, Farid menekankan agar kurikulum dan sarana prasarana disiapkan semaksimal mungkin sehingga uji coba tersebut menjadi teladan yang baik terkait dengan konsistensi penerapan protokol kesehatan dan 5M.

Pihak pemerintahan Kecamatan menyambut baik dengan adanya pembelajaran tatap muka di MAN 2 Wonosobo. Camat Mojotengah dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa masyarakat sudah rindu dengan pembelajaran tatap muka. “Berbagai masyarakat harus turut andil dalam kesuksesan pembelajaran tatap muka tersebut terutama orang tua. Orang tua harus bersama-sama mengajak untuk mematuhi protokol kesehatan.” Tutur Pandu.

Agus Suyanto selaku Satgas Covid-19 Wonosobo menyatakan pembelajaran tatap muka bukan masalah di pembelajarannya. Agus menegaskan, bagaimana merubah perilaku adaptasi kebiasaan baru, dimana setiap guru dan tenaga kependidikan bisa menerapkan 5M.  Sekolah harus lengkap sarana prasarananya, mematuhi protokol kesehatan, termasuk tidak boleh merokok. Agus berharap agar nantinya MAN 2 Wonosobo dapat lulus uji coba sehingga dapat berlanjut menjadi pembelajaran tatap muka.

Sosialisasi diakhiri dengan laporan kesiapan MAN 2 Wonosobo oleh Wakil Kepala bagian Kurikum, Rofingul Khusnu Karim. Rofingul melaporkan sejumlah 108 peserta didik yang terbagi dalam enam kelas siap melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Tata cara pembelajaran selama uji coba juga dijelaskan termasuk peserta didik harus menggunakan masker, faceshield, membawa handsanitizer, dan sebagainya. Orang tua peserta didik menyambut positif dengan kegiatan tersebut, mengingat pembelajaran sudah lama dilaksanakan dengan daring. Semoga dengan uji coba pembelajaran tatap muka berlangsung sukses. Orang tua yang tidak dapat hadir di madrasah juga dapat menyaksikan sosialisasi pembelajaran tatap muka di channel youtube MAN 2 Wonosobo. []

Sejumlah 86 Jajaran MAN 2 Wonosobo Divaksin Tahap Pertama

Wonosobo – Sejumlah Delapan Puluh Enam Jajaran MAN 2 Wonosobo menerima Vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang dilakukan pada hari Jumat (27/3) di Rumah Sakit Islam Kabupaten Wonosobo. Jajaran MAN 2 tersebut yakni terdiri dari Kepala Madrasah, Guru dan Karyawan MAN 2 Wonosobo.
Dalam keterangannya sembari menunggu antrian vaksinasi Achmad Prihantoro selaku Kepala Madrasah mengatakan bahwa vaksinasi diberikan kepada jajaran MAN 2 Wonosobo dan beberapa Sekolah atau Madrasah lainnya di Kab. Wonosobo guna persiapan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) Tahap Pertama. “MAN 2 Wonosobo ditunjuk sebagai Madrasah percontohan yang akan melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap pertama yang akan dilakukan pada 5-16 April mendatang,” ungkap Prihantoro
Selain MAN 2 Wonosobo (sambung Prihantoro) vaksinasi dan uji coba PTM akan dilakukan oleh beberapa sekolah diantaranya SMP N  1 Kertek, MTs N 1 Wonosobo, SMA N 1 Wonosobo dan SMK N 1 Wonosobo. 
Selanjutnya usai mendapat suntik vaksinasi Prihantoro menyampaikan Vaksinasi tahap satu berjalan dengan lancar dengan menjalankan beberapa prosedur dari isi presensi, isi form keterangan tracking covid19, antri screning, dan suntik vaksin, “vaksinasi tahap satu alhamdulillah berjalan dengan lancar dan dijadwalkan untuk vaksinasi tahap kedua akan dilakukan pada 9 April 2021 mendatang,” imbuh Prihantoro.
Sementara itu saat ditemui diruangannya Totok Jumantoro selaku Kasi Penma Kankemenag Kab. Wonosobo menyampaikan terkait mekanisme pelaksanaan uji coba pembelajaran Tatap Muka diantaranya yakni secara ketat menerapkan Protokol Kesehatan, pembatasan jumlah siswa tiap kelas, mengatur jarak tempat duduk dan penutupan kantin sekolah, “selain itu juga akan dilakukan kombinasi antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh, pembelajaran diberlakukan system shifting atau bergiliran,” ungkap Totok Jumantoro.
Sementara itu Kakankemenag Kab. Wonosobo saat diminta statement nya terkait uji coba PTM mengatakan terkain plan atau rencana tanggap pada satuan pendidikan yang waganya terpapar covid19 diantaranya yakni penutupan aktivitas pembelajaran selama empat belas hari atau sterilisasi, “tentu ada planning yang sudah disiapkan apabila ada yang terpapar covid19, selain penutupan selama empat belas hari dan sterilisasi, akan dilakukan upaya swab test kepada peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, jika hasilnya positif maka harus menjalani isolasi mandiri selama empat belas hari,” terang Ahmad Farid Kakankemenag Kab. Wonosobo.
Meski demikian pihaknya berharap selama pelaksanaan uji coba tidak ada satupun pendidik atau peserta didik yang terpapar virus covid19 dan uji coba tersebut dapat dijadikan rujukan untuk pembukaan aktifitas pembelajaran tatap muka secara menyeluruh di Kab. Wonosobo.