Sabtu (15/09) MAN 2 Wonosobo melaksanakan bersih-bersih massal. Bersih-bersih massal tersebut dilaksanakan dalam rangka World Cleanup Day (WCD). WCD merupakan sebuah gerakan bersih-bersih yang dilaksanakan secara serentak dalam satu waktu bersamaan di seluruh dunia pada 15 September 2018. Kegiatan tersebut diikuti 150 negara dengan melibatkan sekitar 380 juta penduduk atau 5 persen populasi dunia.
World Cleanup Day diinisiasi oleh Lets Do It World (www.letsdoitworld.org) di Estonia pada 2008. Indonesia turut bergabung dengan 150 negara lainnya untuk melakukan aksi clean up terbesar di dunia tersebut. MAN 2 Wonosobo menjadi salah satu lembaga pendidikan yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan tersebut diawali apel pagi serentak seluruh civitas akademika MAN 2 Wonosobo. Dalam kesempatan tersebut, Muslikh kepala MAN 2 Wonosobo menghibau agar seluruh peserta didik dapat melaksanakan kegiatan World Cleanup Day dengan baik sehingga lingkungan madrasah menjadi lebih bersih dan sehat.
Usai apel pagi, seluruh peserta didik kembali ke kelas untuk melaksanakan bersih-bersih ruangan kelas dipandu oleh wali kelas. Tidak hanya di kelas saja, bersih-bersih juga dilakukan sampai ke seluruh lingkungan madrasah. Daerah sekitar madrasah yang jarang sekali dibersihkan seperti belakangan ruang kelas hingga jalan depan madrasah juga dibersihkan bersama-sama pada hari itu.
Seluruh peserta didik berpartisi aktif dalam kegiatan tersebut. Bersama-sama guru dan karyawan, bersih-bersih dapat dilaksanakan dengan tertib merata ke seluruh lingkungan madrasah. Acara tersebut tidak berlangsung lama, pukul 09.00 seluruh peserta didik telah selesai melaksanakan bersih-bersih. Sampah-sampah telah dimasukkan ke dalam kantong plastik besar, kemudian dikumpulkan di depan lapangan upacara sebelum dibawa ke pembuangan sampah. Banyak sampah yang terkumpul pada kegiatan tersebut. Alhasil lingkungan madrasah menjadi bersih dan bebas dari sampah.
Kegiatan World Cleanup Day telah selesai dengan lancar. Dokumentasi berupa foto dan video telah dikirimkan kepada Core Team World Cleanup Day Jawa Tengah sebagai laporan kegiatan.
Dengan adanya acara tersebut, diharapkan dapat menjadikan peserta didik lebih sadar akan kebersihan, sehingga mewujudkan lingkungan madrasah yang lebih sehat. Kepedulian akan kebersihan lingkungan sangatlah penting karena lingkungan yang bersih akan membawa kita kepada lingkungan yang sehat. Di sisi lain, kebersihan juga merupakan sebagian dari iman. []
Facebook Comments

Wonosobo – MAN 2 Wonosobo menyelenggarakan pesta demokrasi  dengan pemungutan suara untuk memilih ketua dan wakil ketua OSIS tahun 2018/2019 Rabu (12/9). Sebanyak 1.237 peserta didik menggunakan hak pilihnya dengan baik. Mereka memilih salah satu dari 3 pasang calon ketua dan wakil ketua OSIS MAN 2 Wonosobo tahun 2018. Ketiganya adalah Muamar Khasani – Nurul Hidayah, Dea Pratama – Fionita dan Rizki Nunji – Azkia Siddatusilmi.

Setelah  melalui proses pemungutan suara mulai pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB, terpilih pasangan nomer 2 Dea Pratama – Fionita sebagai ketua dan wakil ketua OSIS MAN 2 Wonosobo tahun 2018/2019 dengan 729 suara. Mengungguli pasangan nomer 1 Muamar Khasani – Nurul Hidayah 212 suara dan Rizki Nunji – Azkia dengan 187 suara. Dengan suara rusak 109 suara dan total suara masuk 1.237 suara.

Kemenangan telak pasangan nomer urut 2 ini memang sudah terprediksi. Mengingat dari beberapa tahapan kampanye yang telah dilakukan, mereka cenderung lebih unggul dibanding pasangan lainya. Terutama saat kampanye kelas dan debat kandidad, mereka begitu mendapat respon baik dari peserta didik lainya. “Program kerjanya lebih mengena dan performa saat kampanye dan debat kandidat meyakinkan,” tutur Maya peserta didik kelas X IIS 2.

Menurut Maya apapun hasilnya itulah yang terbaik. “Semoga ke depan menjadi pemimpin yang amanah dan mampu membawa MAN 2 Wonosobo semakin maju. Kegiatan berjalan dan aspirasi peserta didik tersalurkan. Untuk kakak-kakak calon nomer 1 dan 3 juga semoga tetap semangat dan ikut bahu membahu memajukan MAN 2,” tuturnya menambahkan.

Senada, Sibyan Hidayatullah staf pembina OSIS juga berharap ketua dan wakil ketua OSIS terpilih mampu amanah. “Walaupun menang telak dalam pemilihan, harapanya tetap harus merangkul calon yang lainya. Pokoknya ini hanya sebuah pembelajaran demokrasi. Yang menang merangkul yang belum harus legowo dan yakinlah masih ada kesempatan lain,” ujarnya.

Sibyan juga menuturkan rencana  berikutnya setelah pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS ini masih ada tahap formatur. “Setelah ini akan dibentuk tim formatur yang membentuk struktur pengurus OSIS 2018/2019. Setelahnya baru dilaksanakan LDK dan pelantikan yang rencananya dilaksanakan tanggal 17 September 2018. Semoga berjalan lancar,”tuturnya. []

Facebook Comments
WONOSOBO – MPK (Majlis Permusyawaratan Kelas) MAN 2 Wonosobo mengadakan depat kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS periode 2018-2019 Senin (10/9/2018). Terdapat tiga pasangan calon yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.  Pasangan nomor satu Muamar Khasani-Nurul Hidayah, kedua Dea Pratama-Fionita, dan ketiga yaitu Rizki Nunji Nanjib-Azkia Sidatusilma.
Tepat setalah istirahat pertama, seluruh peserta didik dan guru MAN 2 Wonosobo menyaksikan debat kandidat tesebut. Betempat di halaman madrasah mereka dengan penuh semangat menyaksikanya. Tak ketinggalan tim sukses masing-masing calon ikut menyanyikan yel-yel untuk menyemangati calonya. Bagi para calon ketua dan wakil ketua mereka telah menyiapkan visi-misi yang kuat dan program- program untuk meyakinkan seluruh peserta didik MAN 2 Wonosobo.
Sebelumnya juga telah dilakukan kampanye, semau calon ketua dan wakil ketua OSIS yang baru harus berkampanye di setiap kelas. Kampanye disetiap kelas telah mereka laksanakan sejak 6-8 September 2018 secara bergilir. Dengan cara berkampanye yang berbeda- beda menjadi salah satu upaya untuk menarik perhatian para siswa. Mereka seolah sangat bersemangat untuk memajukan MAN 2 dengan berbagai program yang telah mereka susun.
Sibyan Hidayatullah, staf pembina  OSIS MAN 2 Wonosobo menuturka bahwa menjadi calon ketua dan wakil ketua OSIS harus memenuhi syara. Yang menjadi syarat utama adalah keminatan dan calon tersebut berasal dari pengurus OSIS yang aktif. Sebelumnya terdapat 30 peserta calon ketua dan wakil ketua OSIS. Namun yang lulus dalam persyaratan hanya 6 orang yang kemudian menjadi tiga pasangan.
Staf pembina OSIS yang juga guru fikih ini juga menambahkan setiap kandidat memiliki bakat yang berbeda beda. Namun perbedaan itu semoga menjadi warna dan menjadikan OSIS ke depan semakin baik. “Saya dan teman-teman yang lain berharap semoga pasangan yang terpilih bisa menjadi pemimpin yang mamp mengarahkan dan mengurus OSIS  menjadi lebih baik. Dan bisamengharumkan nama madrasah,” ujarnya saat ikut menyaksikan debat tersebut.
Senada, Imronah peserta didik kelas X MIA 1 juga mengungkapkan harapanya setelah kegiatan tersebut. Dia optimis para calon ketua dan wakil ketua OSIS MAN 2 Wonosobo ini bisa semakin baik. Terlebih mereka adalah peserta didik pilihan yang telah melalui berbagai tahapan seleksi. “Semoga peride selanjutnya ditangan mereka OSIS MAN 2 Wonosobo semakin maju,” harapnya.
Acara debat kandidat kemarin juga berjalan seru. Karena seluruh elemen madrasah berpartisipasi, termasuk  peserta didik bahkan beberapa guru juga ikut memberikan tanggapan. Seperti Aris Suryono, Fatah Yasin dan wakil kepala bidang kesiswaan Yun’am Arief. Setelah melalui berbagai tahapan debat akhirnya acara tersebut ditutup pukul 15.00 WIB. Tinggal besok Rabu (12/9/18) menjadi penentu, yaitu proses pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS MAN 2 Wonosobo periode 2018-2019. [Fitri & Lida]
Facebook Comments
Wonosobo – Pemilihan ketua OSIS 2018/2019 MAN 2 Wonosobo berlangsung semarak.Diikuti oleh tiga kandidat calon ketua  yaitu Muamar Khasani, Dea Pratama, dan Rizki. Masing-masing calon ketua berturut-turut didamapingi oleh wakilnya yaitu Nurul, Fionita dan Askia. Tiga pasang calon tersebut dipilih berdasarkan seleksi oleh panitia dan pembina OSIS. Dari awalnya 30 pendaftar terseleksi 12 peserta didik yang mengikuti Fit and Proper Test hingga terpilih 3 pasang tersebut.
Berbekal visi dan misi, tiga kandidat ini melakukan kampanye tiga hari berturut-turut. Mulai dari tanggal 6-9 Septemner 2018. Kampanye dilakukan dengan memasuki kelas-kelas secara bergantian. Mereka juga membawa tim suksesnya dalam berkampanye. Bahkan diantara mereka menyanyikan yel-yel untu lebih meyakinkan peserta didik memilih calon dukunganya.
Untuk kelas X hari pertama (6/9/2018) digunakan oleh kadidat nomer urut satu (Muamar Khasani & Nurul Hidayah). Dilanjutkan oleh pasangan nomer urut 3 (rizki & askia ) saat kampanye ke dua (7/9/2018). Diakhir oleh pasangan nomer urut 2 (Dea Pratama & Vionita). Mereka memasuki kelas dengan menyampaikan visi misi dan program yang akan diadakan saat menjabat menjadi ketua dan wakil ketua. Ada juga sesi tanya jawab yang di batasi 3 pertanyaan bagi masing-masing kelas.
Bukan hanya melalui kampanye tatap muka, para calon ketua dan wakil ketua OSIS ini jua menyebarkan brosur yang di tempel diasing-masing kelas. Brosur ini berisi visi misi dan program dari masing-masing kandidat. “Berbagai cara dilakukan untuk Mensosialisasikan programnya ke kelas-kelas. Terlihat mereka sangat kreatif,” tutur Sibyan selaku pembina OSIS MAN 2 Wonosobo.
Dia juga berharap semoga ketua dan wakil ketua OSIS semakin baik. “Saya dan teman-teman yang lain berharap semoga pasangan yang terpilih bisa menjadi pemimpin yang mamp mengarahkan dan mengurus OSIS  menjadi lebih baik. Dan bisa membangun dinamika madrasah” harap guru fikih asal Kecamatan Sukoharjo tersebut. [Ekha & Risma]
Facebook Comments

Saat melewati lingkungan Perpustakaan Baitul Hikmah MAN 2 Wonosobo, kita akan melihat banyak sekali lukisan kupu-kupu menghiasi dinding. Kupu-kupu tersebut bernama Faras. Faras merupakan maskot dari Perpustakaan Baitul Hikmah MAN 2 Wonosobo yang dijadikan sebagai simbol atau lambang pustakawan Perpustakaan Baitul Hikmah.
Faras berasal dari Bahasa Arab Faraasyatun yang berarti kupu-kupu. Pemberian nama tersebut merupakan hasil kerja sama antara pihak Perpustakaan Baitul Hikmah dengan komunitas Wonosobo Mengajar. Faras didesain oleh Nidzar dan Danur yang merupakan anggota dari Wonosobo Mengajar. Sedangkan lukisan faras di dinding merupakan karya dari Subandi dan pustakawan muda.
Faras dijadikan sebagai maskot Perpustakaan Baitul Hikmah setelah melalui pembahasan oleh pustakawan Baitul Hikmah. Faras (kupu-kupu) dipilih karena dari segi estetika terlihat indah dipandang serta mudah dalam pembuatannya. Di sisi lain, kupu-kupu dinilai lebih familiar dikalangan pelajar, guru, dan masyarakat.
Meskipun Faras berarti kupu-kupu, namun dalam desain menggunakan tubuh seperti lebah. Lebah dipilih karena lebah merupakan dari Wonosobo Mengajar. Karenanya Faras selain sebagai simbol pustakawan, juga memberikan semangat bagi peserta didik untuk senantiasa belajar.
Didesainnya Faras di dinding perpustakaan memberikan keindahan, kenyamanan, sekaligus tempat bermain yang menyenangkan agar pengunjung perpustakaan menjadi lebih betah. Faras juga menjadi spot foto yang cukup dikagumi peserta didik.
Perpustakaan Baitul Hikmah sebagai perpustakaan transformatif, yang berarti perubahan dari konsep zaman old menjadi perpustakaan konsep zaman now tentu telah mengalami perubahan. Diawali dengan juara tingkat kabupaten, hingga juara 2 di tingkat nasional, banyak perubahan yang terjadi dari adanya lomba tersebut. Ruang perpustakaan semakin luas, sarana dan prasarana semakin lengkap, bertambahnya koleksi buku, serta adanya cafe library. Tentunya hal tersebut menjadi nilai lebih bagi Peprustakaan Baitul Hikmah untuk meningkatkan minat baca civitas akademika MAN 2 Wonosobo. Adanya Faras diharapkan membawa perubahan yang positif bagi Perpustakaan Baitul Hikmah. [Rifa Yulistia, dkk]
Facebook Comments