MAN 2 Wonosobo menggelar seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur Reguler tahun ajaran 2018/2019 pada hari selasa 5 juni 2018. Setelah penutupan prodses pendaftaran sehari sebelumnya, terdapat 457 calon siswa yang terdaftar, pada momen sebelumnya juga telah dilaksanakan seleksi jalur Akademik sebanyak 204 calon siswa, jalur nonakademik 34 calon siswa, sehingga secara keseluruhan ada 695 calon siswa yang telah mendaftarkan diri secara online di MAN 2 Wonosobo.

Kegiatan yang dilaksanakan di 4 Ruang Laboratium Komputer sebanyak  4 sesi, dimulai pukul 08.00 WIB berakhir pukul 15.00 WIB. Hasil yang diharapkan dengan proses seleksi ini adalah terjaringnyabibit-bibit unggul untuk kemjuan Madrasah ke depan.

Hasil dari proses seleksi ini akan diumumkan hari ini juga, di papan pengumuman madrasah atau bisa diakses juga  di laman ini bagian pengumuman.

Facebook Comments

Wonosobo – Kompetisi Sains Madrasah atau sering disebut KSM merupakan salah satu ajang bergengsi untuk siswa madrasah se-Indonesia. KSM sendiri ada tingkatannya, mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Perlombaan ini bukan hanya ajang uji kemampuan, tetapi sebagai ajang silaturahmi antar madrasah.

Tahun ini KSM tingkat Kapubaten Wonosobo dilaksanakan di MAN 1 Wonosobo pada tanggal 12 Mei 2018. Pada ajang tersebut MAN 2 Wonosobo mengirimkan 3 personil untuk tiap cabang perlombaan, seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dan geografi. Alhamdulillah, MAN 2 Wonosobo berhasil menjadi juara umum lagi dan bisa mengirimkan 5 peserta didik untuk maju ke tingkat provinsi.

Peserta didik yang dikirim untuk mewakili MAN 2 Wonosobo di tingkat provinsi adalah Muhammad Harir untuk cabang Matematika, Febria Hilmi Wulandari untuk cabang Fisika, Risqi Ayu Safitri untuk cabang Biologi, Luluk Kamilia untuk cabang Kimia, dan Listiyana untuk cabang Ekonomi. Kepala MAN 2 Wonosobo, Drs. H. Muslikh merasa sangat bangga atas Prestasi yang diraih anak didiknya. Beliau juga menegaskan akan mendukung penuh 5 personil tersebut untuk berlatih dan maju di tingkat provinsi.

Selain itu, Bapak kepala Madrasah juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak ibu guru serta karyawan atas doa dan dukungannya sehingga dapat meraih juara di tingkat kabupaten. Senanda dengan kepala MAN 2 Wonosobo, guru-guru pun juga mengucap syukur dan siap membimbing serta mendukung penuh 5 personil tersebut agar sukses di tingkat provinsi, serta aktif mencari bibit-bibit baru dan mempersiapkan mereka untuk maju di ajang bergengsi seperti KSM, OSN maupaun ajang lainnya.

“Selamat untuk anak-anak, guru, pelatih atau pendamping. Alhamdulillah kita kembali juara umum. Walaupun tidak sapu bersih seperti tahun lalu, tetapi sudah luar biasa mengingat persaingan semakin ketat,” ujarnya. Diharapkan nanti ditingkat provinsi bisa berbicara dan mampu meraih hasil lebih baik baik dari tahun lalu. “Jangan berpuas dulu, ke depan masih ada tingkat provinsi dan nasional. Insya Allah kalian bisa!!,” pesan Muslikh kepada anak-anak. nga

Facebook Comments

Wonosobo – Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni diperingati dengan penuh antusias. Hal tersebut juga disebabkan dengan maraknya berbagai gerakan yang mengacam eksistensi dasar negara Indonesia ini. Hingga muncul surat edaran dari menteri sekretaris negara (Mensesneg) untuk melaksanakan upacara di seluruh instansi pemerintahan.

Tak terkecuali di MAN 2 Wonosobo, juga melaksanan intruksi tersebut (1/6/2018). Bertempat di halaman madrasah, upacara diikuti 600 peserta didik kelas X dan XI beserta guru dan karyawan. Dimulai pukul 07.30 WIB upacara pagi itu dipimpin langsung oleh kepala MAN 2 Wonosobo, Muslikh. Layaknya upacara seperti biasa, upacara pagi itu berlangsung cukup khikmad dan selesai pukul 08.30 WIB.

Dalam sambutanya, Muslikh membacakan pidato peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2018. Dalam sambutan yang dibacakan pertama Jokowi menyampaikan bahwa upacara ini adalah pertama kali dilaksanakan. Lalu berpesan untuk supaya Pancasila bisa dihayati dan diamalkan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena menurut Jokowi banyak negara-negara yang dilanda radikalisme, terorisme dan peperangan, sehingga bangsa Indonesia membutuhkan Pancasila.

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu-membahu mempertahankan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali kita bersatu untuk bangsa. Presiden RI ke-7 tersebut dalam akhir sambutanya juga mengajak persatuan dan persaudaraan bangsa. “Kita Pancasila, kita Indonesia. Saya Pancasila, anda Pancasila,” seru Jokowi dalam pidatonya yang dibacakan Muslikh.

Senada, setelah membacakan pidato presiden Muslikh juga menyampaikan pentingnya menjaga Pancasila. Karena dengan Pancasila terbukti mampu hidup berdampingan pada sebuah negara yang plural (heterogen). Pancasila dasar negara yang sudah final, yang sesuai dengan bangsa Indonesia. “Semoga di Hari Kesaktian Pancasila negara kita semakin diberkahi oleh Allah SWT,” pungkasnya. tr

Facebook Comments

Wonosobo – Sabtu, 2 Juni 2018 MAN Kalibeber mengadakan kegiatan “Semarak Ramadhan”. Kegiatan yang diawali pada siang hari setelah kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT) tersebut merupakan awal kegiatan Semarak Ramadhan yang rencananya akan dilaksanakan selama satu minggu, yaitu berakhir pada tanggal 8 Juni.  Pada kegiatan hari pertama, seluruh guru dan peserta didik melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di masjid madrasah, masjid Umar bin Khottob yang mampu menampung 800 jamaah. Kegiatan selanjutnya yaitu tadarus al-Quran yang dilaksanakan di kelas masing-masing dengan didampingi oleh wali kelas.

Yun’am Arif, S.Pd, M.Pd, selaku wakil kepala bidang kesiswaan sekaligus ketua panitia kegiatan Semarak Ramadhan tahun 1439 H ini menyampaikan “ Alhamdulillah dengan mengharap rahmat, fadhol, dan ridha Allah, kita mengemas kegiatan ramadhan ini dengan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini kita akan mencoba tadarus al-Qiran selama seminggu penuh dengan mengharap barokahnya al-Quranul karim” ungkapnya.  Kegiatan tadarus al-Quran yang dilaksanakan pada siang itu berhasil menghatamkan al-Quran sebanyak 24 kali dari 12 kelas (kelas X dan XI) yang berjalan dengan lancar hingga pukul 14.30 WIB. Setelah kegiatan tersebut selesai, peserta didik putri diberbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan peserta didik putra dipersilahkan Istirahat dan melanjutkan kegaiatan pada pukul 16.30 WIB.

Kegiatan sore hari diawali dengan tadarus al-Quran dengan dibagi 4 kelompok yang masing-masing mengkhatamkan al-Quran satu kali. Sehingga sampai pada saat berbuka puasa telah berhasil mengkhatamkan al-Quran sebanyak 4 kali. Kegiatan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah.

kemudian setelah memasuki waktu Isya, kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan shalat isya dan tarawih berjamaah. “ Usai shalat tarawih kita melaksanakan kegiatan tadarus al-Quran kembali dengan membagi peserta didik menjadi 3 shift. Shift yang pertama tadarus kelompok mulai pukul 20.30 hingga selesai pukul 23.00, dilanjut shift yang kedua dimulai pukul 23.00 hingga pukul 01.00 dan shift yang terakhir dimulai pukul 01.00 hingga waktu sahur tiba. Hal ini dilakukan agar peserta didik yang sedang tidak melaksanakan tadarus dapat beristirahat secara bergantian” ujar Yun’am. Hingga waktu sahur tiba telah berhasil mengkhatamkan al-Quran sebanyak 3 kali.

Sebelum melakukan santap sahur, secaraserentak melakukan shalat tahajut, kemudian makan sahur bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan shalat subuh berjamaah dan disambung dengan kultum yang disampaikan oleh Drs. H. Muslikh selaku kepala madrasah dengan tema Pemuda Idaman. “ generasi muslim yang diharapkan di masa yang akan datang adalah generasi muslim cerdas yang sarat akan wawasan ilmu agama dan umum. Sehingga menjadi generasi yang kuat iman dan menguasai ilmu alam.” Ucapnya. Muslikh selaku kepala madrasah selalu menghimbau peserta didik untuk semangat mencari ilmu yang tinggi dan bermanfaat juga belajar membaca ayat-ayat Allah, baik membaca diri, dan membaca lingkungan agar menjadi pemuda yang didiamkan semua umat. “ Rajin ibadah dan bertaqwa adalah kunci keluar segala masalah, terlebih pada bulan yang suci ini, anak-anak harus memiliki cita-cita yang tinggi untuk melanjutkan kuliah S1, S2 bahkan sampai S3. Bismillah belajar, belajar dan belajar setinggi-tingginya, pasti bisa!” pungkasnya saat kultum.

Usai mendengarkan kultum, peserta didik dibagi menjadi 3 kelompok dan serempak melaksanakan tadarus al-Quran dan berhasil mengkhatamkan pada pukul 07.00 WIB. Setelah kegiatan usai para peserta didik  dan guru dipersilahkan untuk Istirahat di rumah masing-masing.

Kemudian pada tanggal 4 juni hingga 8 juni direncanakan akan melaksanakan tadarus al-Quran oleh peserta didik putri.  Dengan didampingi guru putri dan dua guru khafidhoh yaitu ibu Chalimatus  Sa’diyah dan Ibu Muftikatul yang dilaksanakan setelah shalat dzuhur berjamaah hingga pukul 14.00 di setiap harinya. “pokoknya kita akan melaksanakan tadarus al-Quran satu minggu full  karena tanggal 9 Juni sudah harus penyerahan laporan hasil belajar peserta didik dan dilanjut liburan” ujar Yun’am.

Pada tanggal yang bersamaan 5 Juni juga akan diadakan tes seleksi penerimaan peserta didik baru yang diikuti oleh 800 calon peserta didik. Dari sejumlah tersebut akan diterima sebanyak 480 peserta didik dan dibagi dalam 12 kelas melalui seleksi ketat Computer Based Test (CBT). Dengan kegiatan yang padat ini, madrasah dituntut untuk menyelesaikan garapan video profil perpustakaan pada tanggal 24 Juni yang harus dikirim ke Jakarta  untuk mengikuti lomba perpustakaan tingkat nasional sebagai perwakilan Jawa Tenga. Untuk selanjutnya dipilih 10 besar se-Indonesia yang akan divisitasi penilaian lanjut. “ Mudah-mudahan dengan barokahnya al-Quran Allah akan memberikan anugerah-Nya yang terbaik. Kita harus buktikan bahwa Madrasah lebih baik, lebih baik Madrasah . sesuai dengan jargon kita Madrasah Hebat, Madrasah bermartabat” pungkas ketua panitia Semarak Ramadahan ini dengan semangat. tr

Facebook Comments

Wonosobo – MAN 2 Wonosobo melangsungkan wisuda ke-50 tahun pelajaran 2017/2018 di Sasana Adipura Kencana Wonosobo pada Selasa (15/5/2018). Selain siswa, juga dihadiri oleh tamu undangan. Seperti Wakil Bupati Wonosobo, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Wonosobo, Komite, wali murid, Kades desa Krasak dan lainya.

Wisuda kali ini diikuti oleh 372 siswa dengan rincian Program Matematika dan Ilmu Alam (MIA) 198 siswa, Ilmu-ilmu Sosial (IIS) 111 siswa dan Program Ilmu Keagamaan (IKA) 63 siswa. Mereka sudah dinyatakan lulus berdasarkan beberapa kriteria, bahkan ada beberapa yang sudah dinyatakan diterima diperguruan tinggi.

“Berdasarkan hasil rapat dewan guru dan berdasarkan kriteria kelulusan maka kami sampaikan hasil kelulusan untuk tahun pelajaran 2017/2018 presentase 100%. Alhamdulillah tidak ada satu pun yang tertinggal. Bahkan tahun ini jumlah tahun ini yang diterima di PTN dan PTAIN meningkat pesat,” papar Muslikh kepala MAN 2 Wonosobo.

Sebanyak 68 siswa diterima di PTN dan PTAIN melalui jalur tanpa tes, yakni SNMPTN, SPAN PTKIN dan jalur undangan. Menurutnya jumlah itu meningkat 100% lebih, karena untuk tahun pelajaran 2016/2017 hanya 26 saja yang diterima melalui jalur yang sama. “Semoga ke depan semakin meningkat,” harapanya.

Muslikh juga tidak lupa mengucapkan selamat mendoakan kepada wisudawan dan wisuda MAN 2 Wonosobo supaya nanti ilmunya bermanfaat dan barokah. Selain itu juga berpesan supaya di manapun alumni MAN 2 Wonosobo harus mampu menjaga almamater. Tak lupa pula kepala madrasah asal Purbalingga tersebut  juga mendoakan agar kelak menjadi anak yang sholih dan sholihah.

Selain Muslikh, Kakan Kemenag Kabupaten Wonosobo M.Thobiq juga mengucakpan selamat kepada wisudawan dan wisudawati. “Alhamdulillah dan selamat untuk kalian, apa yang sudah didapat semoga bisa disemai di masyarakat sehingga kalian menjadi anak yang shalih dan shalihah,” membuka pidatonya dalam acara tersebut.

Thobiq juga mengapresiasi pencapaian MAN 2 Wonosobo yang mampu mencatatkan prestasi dengan diterimanya 68 siswa di PTN dan PTAIN. “Alhamdulillah dapat aplous juga dari kakanwil,” ujarnya. Diharapkan bagi yang lain juga bisa melanjutkan seperti yang diikhtiarkan.”Yang lanjut kuliah semoga lancar dan yang nyantri juga semoga lancar, berkah, manfaat ilmunya dan menjadi khafidz dan khafidzoh,” doanya sontak diamini oleh 850 hadirin gedung Adipura.

Tak lupa Thobiq juga berharap supaya alumni MAN 2 Wonosobo menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, agama dan negara. Karena menurutnya siswa madrasah sudah dibekali tiga kelebihan, yaitu sains, pendidikan vokasional dan ilmu agama. Hal itu mampu menjadi modal untuk bermasyarakat dan ke depan menyongsong generasi Indonesi emas tahun 2045.

Di akhir sambutanya Kakan Kemenag asal Demak tersebut juga berdoa semoga lomba hasil visitasi lomba perpustakaan tingkat provinsi Jawa Tengah yang sedang menunggu pengumuman, MAN 2 Wonosobo juara 1. Akan menjadi sejarah madrasah bisa mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional menyisihkan SMA dan SMK. Ini akan menjadi fenomena yang luar biasa dan akan menjadi madrasah rujukan. “Insya Allah,” Thobiq menutup doanya.

Tak ketinggalan juga Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagyo memberi apresiasinya. Menurutnya MAN 2 Wonosobo luar biasa dan banyak alumninya yang mewarnai khususnya di kabupaten Wonosobo. “Selamat untuk kalian semua, kalian harus bersyukur menjadi siswa MAN 2 Wonosobo. Sekarang saja bupatinya alumni MAN 2, semoga kalian juga ada yang jadi presiden, gubernur, bupati, wakil bupati, dokter, dosen dan orang hebat lainya Amin,” ujarnya pada kesempatan pidatonya.

Pada acara wisuda kali ini ada pemberian penghargaan kepada 2 siswi hafidzoh 30 juz atas nama Dini Khairunnisa (MIA) dan Santi Suberkah (IKA). Selain itu juga pemberian penghargaan untuk siswa yang memperoleh nilai UN tertinggi di masing-masing jurusan. Mereka adalah Nurul Hidayah jjurusan MIA, Aif Munafiroh jurusan IIS dan Jami’atun jurusan IKA. Tak ketinggalan pemberian penghargaan untuk beberapa siswa yang berprestasi, yaitu siswa yang tak pernah absen selama tiga tahun menjadi siswa MAN 2 Wonosobo.

Wisuda kali ini berakhir pukul 12.00 WIB yang ditandai dengan pembacaan do’a oleh KH. Zaenal Arif. Namun selepas acara tersebut masih ada pentas seni dari siswa yang cukup meriah hingga pukul 14.00 WIB. Ada beberapa pementasan yang dilakukan, seperti tari, silat, musik bambu, band, karawitan dan lainya. tr

Facebook Comments