Wonosobo – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Wonosobo menyelenggarakan kegiatan edukatif berupa Seminar Fikih Muamalah pada Kamis (5/3). Mengangkat tema kontemporer praktik fikih kekinian, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Forum Santri Lirboyo Daerah Wonosobo. Acara yang berlangsung di GOR Al Muntaha ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI dengan antusiasme yang tinggi.
Kepala MAN 2 Wonosobo Drs. Warsam, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan pemahaman agama yang praktis dan relevan. Menurutnya banyak praktik muamalah yang harus dipahami oleh siswa, supaya lebih berhati-hati dalam bertindak.
“Di era digital saat ini, transaksi keuangan menjadi semakin kompleks, sehingga penting bagi siswa MAN 2 Wonosobo memahami batasan mana yang diperbolehkan dan mana yang dilarang dalam syariat Islam. Jangan sampai siswa madrasah terlalu ceroboh dalam kegiatan muamalah hingga melanggar syari’at,” Ujar Warsam.
Tim dari Forum Santri Lirboyo Wonosobo yang diwakili oleh Syarif Hidayat memaparkan materi dengan pendekatan yang interaktif dan mudah dicerna. Mereka membahas berbagai persoalan kontemporer, mulai dari hukum jual beli daring (online shop), penggunaan dompet digital, hingga praktik pinjaman yang berpotensi mengandung unsur riba. Penjelasan yang lugas khas pesantren membuat materi fikih yang biasanya dianggap berat menjadi lebih menarik bagi para siswa.
Suasana seminar tampak hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak siswa yang melontarkan pertanyaan kritis mengenai fenomena paylater dan game online yang sedang tren. Syarif Hidayat menjawab setiap kegelisahan siswa dengan merujuk pada kitab-kitab kuning klasik yang dikontekstualisasikan dengan kondisi zaman sekarang. Hal ini memberikan sudut pandang yang moderat dan solutif.
Selain pendalaman materi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara civitas akademika MAN 2 Wonosobo dengan para alumni Pondok Pesantren Lirboyo. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa depan untuk memperkuat literasi keagamaan di lingkungan sekolah formal. Kehadiran para santri ini memberikan warna tersendiri dalam rangkaian agenda Ramadhan di madrasah tersebut.
Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk menerapkan ilmu yang telah didapat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terselenggaranya seminar ini, MAN 2 Wonosobo membuktikan dedikasinya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat di bidang ekonomi sosial. [At]


