Wonosobo – Mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan produktif, sebanyak 542 siswa kelas 10 MAN 2 Wonosobo mengikuti pelatihan khusus pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Umar bin Khottob MAN 2 Wonosobo ini terasa istimewa karena menghadirkan tim dari Polres Wonosobo sebagai narasumber utama serta kader siber MAN 2 Wonosobo. Kolaborasi ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan kecakapan digital sekaligus literasi keamanan siber.
Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat MAN 2 Wonosobo Ratna Nurul Fauziah, M.M. menyampaikan bahwa Ramadan bukan alasan untuk bermalas-malasan, melainkan momentum tepat untuk mengasah soft skill. Dengan penguasaan AI yang benar, siswa diharapkan dapat menunjang tugas akademik mereka secara lebih efisien dan kreatif.
“Madrasah menyadari bahwa teknologi ini bak pisau bermata dua, sehingga pendampingan dari ahli menjadi sangat krusial. Kami ingin siswa kami melek teknologi namun tetap berpijak pada nilai-nilai akhlakul karimah. Jangan sampaiteknologi justeru dimanfaatkan secara salah,” ujar Ratna saat di temui di sela-sela acara tersebut.
Sementara itu Staf Samapta Polre Wonosobo, Leila Rahma menyoroti pentingnya sosialisasi AI untuk pelajar. Menurutnya, pelajar harus dibekali pemanfaatan kecerdasan buatan untuk menghindari penggunaan secara tidak bertanggung jawab. Terlebih usia remaja berada pada psikologis yang labil, sehingga harus dibekali dengan kemampuan pemanfaatan secara benar.
“Perkembangan teknologi menjadi sebuah keniscayaan. Kita tidak bisa mencegah AI, tapi kita bisa memanfaatkanya untuk hal positif. Maka, penting pelajar dibekali kemampuan pemanfaatan AI agar tidak disalahgunakan,” Katanya.
Dalam kegiatan sosialisasi ini Tim dari Polres serta kader siber binaan Polres Wonosobo yang diwakili Fahri Abianto dan Yasyfina Ayu Yohandini memberikan materi yang komprehensif. Mulai dari pengenalan alat-alat AI untuk produktivitas hingga rambu-rambu hukum dalam berinternet. Para siswa diajarkan bagaimana memanfaatkan AI untuk membantu riset tanpa terjebak dalam praktik plagiarisme.
Selain aspek teknis, Polres Wonosobo juga menekankan pentingnya etika digital dan kewaspadaan terhadap hoax yang kini sering kali dibuat menggunakan bantuan AI. Peserta diingatkan untuk selalu melakukan verifikasi data sebelum menyebarkan informasi. Kehadiran aparat kepolisian di madrasah ini juga berfungsi sebagai sarana pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama sesi tanya jawab dan praktik langsung. Banyak dari mereka yang baru menyadari bahwa AI bisa membantu menyusun jadwal belajar selama puasa hingga membantu visualisasi materi pelajaran yang sulit. Suasana belajar tetap khusyuk dan penuh semangat meski para peserta sedang menjalankan ibadah puasa di tengah udara sejuk Wonosobo. [At]



