Tugas dan Tanggungjawab Peserta Didik

Belajar merupakan salah satu bagian dalam ibadah guna mencapai derajat seorang hamba yang tetap dekat (taqarrub) dengan Allah SWT. Untuk itu seorang peserta didik harus berusaha mensucikan jiwanya dari ahlak yang tercela.

Syarat Mendasar Peserta didik agar mendapatkan ilmu yang manfaat adalah sebagai berikut:

  1. Peserta didik harus memuliakan guru dan bersikap rendah hati atau tidak takabur. Hal ini sejalan dengan pendapat Al-Ghazali yang mengatakan menuntut ilmu merupakan perjuangan yang berat, yang menuntut kesungguhan yang tinggi dan bimbingan dari guru.
  2. Peserta didik harus merasa satu bangunan dengan peserta didik lainya dan sebagai satu bangunan, maka peserta didik harus saling menyayangi dan menolong serta berkasih sayang sesamanya.
  3. Peserta didik harus menjauhi diri dari mempelajari berbagai mazhab yang dapat menimbulkan kekacauan dalam pikiran.
  4. Peserta didik tidak hanya mempelajari satu jenis ilmu yang bermanfaat, melainkan ia harus memepelajari berbagai ilmu lainnya dan berupaya sungguh-sungguh memepelajarinya sehingga tujuan dari setiap ilmu tersebut tercapai.[1]

Ahlak Peserta Didik Dalam Mencari Ilmu Pengetahuan

  1. Jangan putus asa dalam menuntut ilmu.
  2. Jangan lalai dalam menuntut ilmu dan merasa puas terhadap ilmu yang diperoleh.
  3. Jangan merasa terhalang karena faktor usia.
  4. Berusaha agar tingkah lakunya sesuai dengan ilmu yang dimiliki.
  5. Hendaklah diperbagus tulisannya supaya orang bisa menikmati hasil karyanya dan membiasakan diri membuat catatan kecil terhadap berbagai ide yang difikirkan. Hal ini disebabkan karena pemikiran yang muncul belum mesti muncul pada saat yang akan datang, dengan catatan kecil tersebut seluruh ide akan tertampung dan hidup akan menjadi sistematis.
  6. Sabar dan teguhkan hati serta jangan cepat bosan dalam menuntut ilmu.
  7. Pererat hubungan pergaulan dengan guru dan hormati dia sebagai orang yang telah banyak berjasa dalam membimbing kearah kebaikan.
  8. Ikuti interaksi proses belajar mengajar dengan khusuk dan tekun.[2]
  9. Berbuat baik kepada kedua orang tua dan abdikan ilmu untuk kemaslahatan umat.
  10. Jangan menjawab sesuatu yang tidak berfaidah, biasakan berkata sesuatu yang bermanfaat, sebab hal tersebut merupakan ciri orang yang benar -benar berilmu.
  11. Ciptakan suasana pendidikan yang merespon dinamika fitrah peserta didik, diantaranya tersedianya saran dan prasarana pendidikan yang mendukung, suasana yang gembira dan lain sebagainya.
  12. Biasakan diri melihat fenomena alam semesta dan melakukan analisa secara seksama. Pendekatan ini dilakukan dengan cara bertafakkur terhadap fenomena alam sesuai apa yang telah dituliskan dalam ayat-ayat Al-aqur’an dan sebagai sarana pendidikan Islam. Dari sini peserta didik akan mampu menyelami kebesaran Allah dan berbuat kebajikan kepada alam semesta.[3]

Etika Yang Harus Diperhatikan Dalam Belajar

  1. Membersihkan hati dari berbagai gangguan keimanan dan keduniawian.
  2. Membersihkan niat dan tidak menunda-nunda kesempatan belajar.
  3. Bersabar dan qonaah terhadap segala macam pemberian dan cobaan.
  4. Pandai mengatur waktu dan mampu menyederhanakan makan dan minum.
  5. Bersikap hati-hati(wara’) dan menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan kemalasan dan kebodohan.

Menyedikitkan waktu tidur selagi tidak merusak kesehatan, dan meninggalkan hal-hal yang kurang berfaidah.

Etika Murid Terhadap Guru

  1. Hendaknya selalu memperhatikan dan mendengarkan apa yang dikatakan atau dijelaskan guru.
  2. Memilih guru yang Wara( tidak suka melakukan dosa/mau hati-hati) disamping profesional.
  3. Mengikuti jejak-jejak guru, memuliakan guru dan memperhatikan apa yang menjadi hak guru.
  4. Bersabar terhadap kekerasan guru
  5. Berkunjung kepada guru atau mintalah ijin terlebih dahulu kalau keadaan memaksa harus tidak pada tempatnya.
  6. Duduklah dengan rapi dan berbicara dengan sopan dan lemah lembut, dengarkan segala nasihatnya, dan jangan sekali-kali menyela ketika guru menjelaskan.[4]

Etika Peserta Didik Terhadap Pelajaran

  1. Memperhatikan ilmu yang bersifat fardhu ‘ain untuk dipelajari dan harus mempelajari ilmu-ilmu yang mendukung ilmu fardhu ‘ain.
  2. Berhati-hati dalam menanggapi perbedaan para ulama.
  3. Mendiskusikan dan menyetorkan hasil belajar serta menganalisa dan menyimak ilmu kepada orang yang dipercayainya.
  4. Buatlah cita-cita yang tinggi dan bergaulah dengan orang yang berilmu lebih tinggi.
  5. Ucapkan salam bila sampai ditempat majelis ta’lim( madrasah/sekolah).
  6. Bila terdapat hal-hal yang belum difahami hendaknya ditanyakan kepada guru.
  7. Kemanapun kita pergi dan dimanapun kita berada jangan lupa membawa catatan.

Pelajari pelajaran yang telah diajarkan dengan istiqomah dan tanamkan rasa antusias/semangat dalam belajar.

[1] Muhammad Athiyah Al Abrasyi, Al-Tarbiyah al islamiyah wal Falsafattuha, (Kairo: Isa Al Babiy al Halaby,1975), h.238

[2] Hamka, Falsafah Hidup, Jakarta Bulan Bintang, 1979, hal.190-192

[3] Ibid,.hal.106

[4] Ibid,. hal. 29

Bagikan Postingan
Picture of Ngabidin
Ngabidin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign up for our Newsletter

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit